covid-19

Wapres: Sektor Pariwisata Paling Terpuruk Akibat Pandemi

Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Sep 2021 20:04 WIB

Author

Heru Haetami

Wapres: Sektor Pariwisata Paling Terpuruk Akibat Pandemi

Kawasan wisata Dieng, Jawa Tengah. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan, pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19. Hal itu akibat menurunnya jumlah wisatawan dalam dan luar negeri, selama pandemi global.

"Sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak COVID- 19 yang ditunjukkan dengan penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2020 menjadi tahun yang bagi industri pariwisata global," kata Maruf dalam acara pembukaan Hybrid Event Leaders Summit Asia – Global Tourism Forum (GTF) 2021 di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Wakil Presiden juga mengutip data Organisasi Pariwisata Dunia di PBB. Data itu menunjukkan, jumlah wisatawan internasional menurun 74 persen akibat pandemi virus korona. Akibatnya potensi kehilangan pendapatan mencapai 1,3 triliun dolar Amerika atau setara Rp18,5 kuardriliun. Selain itu, 100 hingga 120 juta pekerja pariwisata di dunia juga kehilangan pekerjaan.

Baca juga: Ekonomi Kreatif Indonesia Peringkat Tiga Sedunia

Baca juga: Sandiaga Pastikan Pengembangan TN Komodo Tak Rusak Ekosistem

Maruf menyebut, pariwisata di kawasan Asia dan Pasifik paling drastis mengalami penurunan, bahkan hingga 84 persen. Indonesia juga mengalami penurunan jumlah wisatawan mancanegara. Dari 16 juta wisman di tahun 2019, kemudian hanya tersisa 4 juta wisman saja di tahun lalu.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?