Pemenang Grand Prize Lomba Blog Perubahan Iklim

Isu perubahan iklim bagi sebagian orang terasa jauh, meski sebetulnya kita hidup di tengah krisis iklim. Kita mungkin tak melabelnya sebagai perubahan iklim, tapi para blogger menulisnya dengan baik: bahwa perubahan suhu itu nyata, kekeringan itu terjad

NUSANTARA

Senin, 28 Sep 2020 17:56 WIB

Author

KBR

Pemenang Grand Prize Lomba Blog Perubahan Iklim

KBR, Jakarta- Siapa nih yang merasakan kalau bumi semakin panas? Angin puting beliung makin kuat dan makin sering muncul? Lalu ada ketakutan kalau es kutub mencair dan permukaan air laut berpotensi meninggi 30 cm sampai 1 meter pada tahun 2100?

Itu adalah tanda-tanda perubahan iklim.

Nah, siapa yang kemarin ikutan lomba blog serial Perubahan Iklim?

Isu perubahan iklim bagi sebagian orang terasa jauh, meski sebetulnya kita hidup di tengah krisis iklim. Kita mungkin tak melabelnya sebagai perubahan iklim, tapi para blogger menulisnya dengan baik: bahwa perubahan suhu itu nyata, kekeringan itu terjadi, dan sebagainya. 

"Communicating climate change is not easy" kata Florence Armein (Earth Journalism Network, EJN), juri untuk lomba blog perubahan iklim yang diselenggarakan KBR, didukung Earth Journalism Network.  Florence menghargai tulisan yang dibuat blogger karena itu menjembatani pemahaman akan perubahan iklim yang dikaitkan dengan situasi sekitar.

Setiap tulisan juga memiliki semangat call to action untuk para pembacanya ikut melakukan sesuatu. Dan inilah yang jadi kekuatan blogger sebagai storyteller dengan semangat yang tinggi untuk berbagi dan mengedukasi. "Bloggers have their own power, be aware with what you write" tambah Florence.

Rochimawati (Society of Environmental Journalists, SIEJ) memberi penekanan pada kemampuan blogger untuk menulis dengan menggunakan bahasa yang dipahami orang banyak. "Kemampuan ini yang seharusnya dimiliki oleh jurnalis," kata Ochi. 

Blogger berbeda dengan jurnalis, yang terikat pada kode etik jurnalistik, dan itu juga yang memberi tanggung jawab besar bagi blogger dalam menjaga tulisannya.

Bagi KBR, lomba blog punya fungsi lain yang penting. Membaca tulisan para blogger, membawa harapan bahwa orang sudah punya cukup pemahaman soal perubahan iklim dan mencoba melakukan sesuatu di level paling kecil yaitu diri sendiri. "Ini jadi semacam cara untuk reality check - apa yang sebetulnya dipahami masyarakat tentang suatu isu," kata Citra Dyah Prastuti Pemimpin Redaksi KBR.

Nah, lomba blog yang kami hadirkan sejak Mei hingga September 2020, sudah berakhir. Sekitar total 300-an karya kami terima.

Dari hasil penilaian 3 dewan juri dari 5 periode dengan beragam tema yang kami sajikan, inilah pemenang Grand Prize Lomba Blog Perubahan Iklim. Selamat ya!

Juara 1 Christian Evan Chandra (hadiah Rp3.500.000)

Bijak Berenergi di Tengah Pandemi Korona demi Bumi yang Tak Semakin Panas

Evan mampu memberikan konteks pada permasalahan yang ada, serta mengaitkannya dengan konteks pandemi Covid-19 yang kita alami sekarang. Isu yang diangkat sangat kuat dan sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Tulisan didukung data yang kaya, yang dijalin dalam tulisan yang runut dan cermat, untuk mengajak pembaca bersepakat kalau kita harus bergerak ke arah penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.

Juara 2  Alfian Arbi  (hadiah Rp2.500.000)

Yuk Berbisnis Karbon, Investasi Masa Depan Alam!

Alfian membawa ide yang berbeda: bisnis karbon. Ini adalah sebuah isu yang besar dan jarang dibicarakan, lantas penulis menjabarkannya dengan detil sehingga sampai ke tahap yang lebih personal: berbisnis karbon dari kebun sendiri. Ini sebuah cara menarik yang bisa dilihat sebagai peluang bisnis di masa pandemi. Alfian juga memberikan tautan ke data yang dikutip, sehingga pembaca bisa secara langsung mengeksplorasinya.

Juara 3 Salsabillah Widya Putri  (hadiah Rp1.500.000)

Beban Ganda Bagi Indonesia

Cara penulisannya sangat conversational, ini yang membuat tulisan Salsabillah ini berbeda. Membawa pengalaman pribadi yang lantas dijahit dengan data, serta menampilkan before and after dari suatu perubahan iklim. Sejak awal penulis menempatkan diri sebagai orang yang tidak tahu hubungan antara karhutla dengan Covid-19, lantas mengajak pembacanya ikut dalam perjalanan dia mencari tahu lewat data.

Yang belum beruntung jangan kecil hati ya.

Lomba blog Perubahan Iklim ini didukung EarthJournalism Network dari Internews.

Sampai jumpa di lomba blog KBR selanjutnya!

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi