Polisi Bubarkan Mahasiswa yang Demo di Depan Gedung DPRD Jawa Barat

Bentrokan antara mahasiswa dan aparat tak terhindarkan.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 23 Sep 2019 21:40 WIB

Author

Arie Nugraha

Polisi Bubarkan Mahasiswa yang Demo di Depan Gedung DPRD Jawa Barat

Aparat menembakkan water canon ke massa mahasiswa di depan gedung DPRD Jawa Barat, Senin (23/9/2019). Foto: Arie Nugraha/KBR

KBR, Bandung- Ribuan mahasiswa dari sejumlah universitas di Bandung, hingga malam ini masih berdemo di depan gedung DPRD Jawa Barat. Dalam aksinya mereka menolak pengesahan UU KPK, dan meminta Pemerintah dan DPR tidak mengesahkan RKUHP, UU Pertanahan, dan UU Pemasyarakatan. Alasannya karena dinilai berpotensi mengancam demokrasi. 

Selain berorasi, massa juga membakar ban bekas di tengah-tengah kerumunan. Intensitas mulai meningkat memasuki petang dan malam hari. Seruan masuk ke gedung DPRD pun bergema. Bentrokan antara mahasiswa dan aparat tak terhindarkan. 

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) lantas berupaya membubarkan paksa aksi ribuan mahasiswa tersebut. Kapolda Jawa Barat Rudy Sufahriadi menyebut aksi demo sudah melebihi batas waktu yang ditentukan. 

"Malam ini harusnya demonya tertib. Peraturannya unjuk rasa itu sampai jam 18.00 WIB sudah selesai, suratnya begitu. Tapi, tadi sampai jam 18.00 WIB diimbau untuk keluar enggak mau. Berhenti Maghrib malah mereka ingin masuk ke Gedung DPRD ini. Kita bertahan berusaha dengan baik membubarkan, akan tetapi ya memang harus ada yang berkorban," kata Kepala Polisi Jawa Barat Rudy Sufahriadi di gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Senin, 23 September 2019.

Rudy mengklaim saat menangani pengamanan massa unjuk rasa, aparat berhasil menahan emosi anggota. Sehingga kata Rudy, tidak ditemukan pelanggaran. Justru kata dia ada enam polisi terluka akibat lemparan dari mahasiswa.

Saat ini seluruh polisi yang terluka dirawat di Rumah Sakit Sartika Asih. Rudy berharap mahasiswa yang unjuk rasa menaati aturan. 

"Saya mengimbau kepada rekan-rekan mahasiswa, untuk unjuk rasa sesuai aturan tidak usah bawa batu, lempar batu, aspirasinya sampaikan saja. Semoga ini yang terakhir, kalau besok masih ada mengimbau untuk melakukan dengan tertib dengan baik, itu saja," ujar Rudy.

Kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya provokator dalam aksi mahasiswa tersebut. Saat ini situasi di kawasan gedung DPRD Jawa Barat sudah normal usai pasukan polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata dan air dari mobil meriam air. 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17