RAPP Tak Disanksi, Badan Restorasi Gambut Kembali Turunkan Tim

BRG akan kembali menurunkan tim untuk mengecek kondisi lahan di areal RAPP

BERITA | NASIONAL

Jumat, 09 Sep 2016 12:59 WIB

Author

Ria Apriyani

RAPP Tak Disanksi, Badan Restorasi Gambut Kembali Turunkan Tim

Kepala Badan Restorasi Gambut BRG, Nazir Foead. (youtube)



KBR, Jakarta- Badan Restorasi Gambut (BRG) menemukan pembukaan lahan di kawasan konsensi PT Riau Andalan Pulp and Paper(PT RAPP) di Pulau Padang justru masih baru. Kepala BRG, Nasir Fuad, menyebut dari pantauan di lapangan pembukaan lahan tampak dilakukan dalam hitungan minggu atau bulan terakhir. Selain itu, dia menemukan ada dua kanal yang sudah terbentuk namun belum tersambung. 

"Kita akan ngecek ke lapangan. Memang saya lihat kanalnya itu enggak nyambung. Jadi yang kita khawatirkan itu kalau kanalnya itu nyambung dan itu menjadi drainase pengeringan ya. Setelah kita cek dengan drone kita, kanalnya memang dibangun betul tapi dia gak nyambung kanan kiri,"jelas Nasir sebelum meninggalkan KLHK, Jumat(9/9/2016).

Nasir menambahkan,"perusahaan menyatakan itu berfungsi untuk salah satunya semacam embung untuk mencegah kebakaran atau pemadaman. Kita akan lihat."

Dalam waktu dekat, BRG akan kembali menurunkan tim untuk mengecek kondisi lahan disana. Selain itu, mereka juga akan mengukur kedalaman gambut di area yang dibuka. Hasil pemetaan mereka, area itu masuk dalam kawasan konsensi PT RAPP. KLHK memutuskan tidak mencabut izin konsensi lahan PT RAPP setidaknya sampai hasil pemeriksaan BRG selesai. Sebaliknya, PT RAPP berjanji akan membantu usaha restorasi lahan gambut di luar area konsensinya.

Baca juga:

RAPP Bantah Buka Lahan untuk Tanam Sawit

Ketahuan Buka Lahan Gambut, PT RAPP Tetap Lolos dari Sanksi Pemerintah   

Dalam mediasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup terkait hasil sidak BRG ke Pulau Padang Riau. PT RAPP membantah melakukan pembukaan lahan baru. Presiden Direktur PT RAPP mengatakan lahan sudah dibuka sejak Desember 2014. Selain itu, menurut perusahaan pembukaan lahan dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan. Hal ini masih diragukan oleh BRG.


Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste