Dilantik Kepala BIN, BG: Kasus Munir Belum Jelas

"Munir itu sampai sekarang kan belum jelas, siapa yang melakukan dan sebagainya, atau dugaan-dugaan masa lalu. Tentu kita melihat ke depan bagaimana kita memajukan diri kita"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 09 Sep 2016 20:36 WIB

Author

Ninik Yuniati

Dilantik Kepala BIN, BG: Kasus Munir Belum Jelas

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol. Budi Gunawan (kiri) mendapat ucapan selamat dari mantan Kepala BIN Sutiyoso (kanan) usai upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9). (

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo resmi melantik Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) hari ini. Pangkat Budi Gunawan juga dinaikkan menjadi jenderal polisi bintang empat. BG menghendaki BIN diisi oleh sumber daya yang berkualitas untuk memajukan lembaga tersebut.

Saat, disinggung tentang kasus Munir, BG menyebut kasus tersebut belum jelas.

"Munir itu sampai sekarang kan belum jelas, siapa yang melakukan dan sebagainya, atau dugaan-dugaan masa lalu. Tentu kita melihat ke depan bagaimana kita memajukan diri kita, agar BIN diisi oleh SDM yang betul-betul super spesialis, sebagaimana harapan semuanya, orang-orang yang betul-betul berkompeten di bidang intelejen, sesuai dengan sifat penugasannya yang selalu undercover, di bawah permukaan," kata Budi Gunawan seusai dilantik di Istana Negara, Jumat (9/9/2016).

Budi Gunawan menyebut bakal memperkuat jaringan dengan menambah jumlah personil. Ia berharap anggaran BIN ke depan bakal ditambah

"Saat ini tantangan ancaman penugasan intelejen khususnya di bidang keamanan nasional juga meningkat," ujar BG.

Pelantikan Budi Gunawan di Istana Negara dihadiri oleh sejumlah menteri dan kepala lembaga. Tampak pula Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan bekas Kepala BIN Sutiyoso.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada