Ribuan Hektar Lahan di Sulut Terbakar

Kebakaran terjadi sebagai dampak dari kemarau panjang yang sudah terjadi sekitar setengah tahun ini. Namun sebagian besar dipicu pembukaan lahan kebun baru.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 14 Sep 2015 14:36 WIB

Author

Zulkifli

Ribuan Hektar Lahan di Sulut Terbakar

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Foto: www.dephut.go.id)

KBR, Tomohon - Kebakaran lahan dan hutan tak hanya masif terjadi di pulau Sumatera dan Kalimantan. Di Sulawesi Utara, sekitar 1.176 hektar hutan dan lahan terbakar.

Kebakaran terjadi sebagai dampak dari kemarau panjang yang sudah terjadi sekitar setengah tahun ini. Namun sebagian besar dipicu pembukaan lahan kebun baru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Noldy Liow mengatakan sejak Januari hingga September, jumlah hotspot (titik panas indikasi kebakaran lahan) mencapai 120 titik.

Letak hotspot berada di wilayah hutan Sulawesi Utara. Luasnya bervariasi antara lima hektar hingga ratusan hektar.

"Imbauan ya buat Torang jangan sembarang membakar di hutan, jangan membuang puntung rokok. Karena sekarang lagi kemarau kong ada angin, jadi kalau ada api sadiki (sedikit) pasti jadi itu (kebakaran)," kata Noldy Liow.

Kebakaran hutan di Sulawesi Utara tersebar di sembilan Kabupaten Kota dari total 15 Kabupaten Kota di Sulawesi Utara.

Daerah yang terdapat kebakaran hutan antara lain:

  1. Kabupaten Sitaro: 10 hektar lahan perkebunan warga
  2. Kabupaten Minahasa Selatan: 200 hektar lahan perkebunan
  3. Kota Tomohon: 300 hektar Hutan Produksi Terbatas (HPT)
  4. Kota Bitung: 280 hektar
  5. Kabupaten Minahasa: 300 hektar
  6. Kota Manado: 50 hektar
  7. Kabupaten Minahasa: Utara 20 hektar
  8. Bolaang Mongondow Utara: 72 hektar.


BPBD Sulawesi Utara  menerjunkan semua pemadam kebakaran yang mereka miliki di bantu masyarakat serta pemerintah daerah menanggulangi kebakaran lahan dan hutan.

Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Utara Herry Rotinsulu menjelaskan, paling banyak yang melakukan pembakaran lahan adalah masyarakat yang membuka lahan baru untuk berkebun.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun