Ribuan Buruh di Jombang Kena PHK

Bupati Jombang Nyono Suharly Wihandoko mengatakan ribuan buruh itu berasal dari sekitar tujuh pabrik besar di Jombang.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 29 Sep 2015 19:26 WIB

Author

Muji Lestari

Ribuan Buruh di Jombang Kena PHK

Bupati Jombang Nyono Suharly. (Foto: Muji Lestari/KBR)

KBR, Jombang – Sekitar 1,500 buruh di Jombang Jawa Timur terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pabrik tempat bekerja merugi.

Sejumlah perusahaan di Jombang merugi karena dampak melemahnya mata uang Rupiah terhadap dolar.

Bupati Jombang Nyono Suharly Wihandoko mengatakan ribuan buruh itu berasal dari sekitar tujuh pabrik besar di Jombang.

Mereka terpaksa diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan untuk mengurangi beban operasional dan upah perusahaan akibat melemahnya nilai tukar rupiah serta krisis ekonomi global.

Nyono berharap kepada seluruh serikat buruh untuk membantu rekan mereka sehingga tidak ada lagi buruh yang menjadi korban pemecatan. Tidak hanya persoalan kenaikan upah, namun juga bisa bekerja sama serta menjaga hubungan baik antara seluruh pihak tetap baik.

"Solusi kami memang saya pengen supaya teman-teman yang terlibat di serikat buruh ini juga membantu. Jangan hanya kaitannya dengan kenaikan upah saja (kalau serikat mau bergerak) tapi bagaimanaa nanti kedepannya. Kita tidak naikkan upahnya saja sudah ada PHK apalagi kalau nantinya seandainya kita naikkan, luar biasa PHKnya. Penyebabnya masalah nasional, jadi dampaknya juga ke Jombang juga," Kata Nyono Suharly, selasa (29/9).

Nilai tukar rupiah saat ini tembus pada kisaran Rp14.800 per dolar Amerika. Nilai tersebut terus merosot dari sebelumnya pada kisaran Rp14 ribu hingga Rp14,600 per dollar AS. Bahkan, merupakan level terendah sejak tahun 1998 silam.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tambahan Anggaran COVID-19 untuk Pemulihan Ekonomi