RI Gandeng Australia Selidiki Kartel Daging Sapi

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan kerjasama KPPU Australia dan Indonesia berdasarkan keputusan kerjasama yang dilakukan di Ho Chi Minh, Vietnam.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Sep 2015 19:30 WIB

Author

Yudi Rachman

Sapi. (Danny/KBR)

Sapi. (Danny/KBR)

KBR, Jakarta - Indonesia dan Australia akan bekerjasama untuk mengungkap kejahatan ekonomi kartel daging sapi dan garam.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan kerjasama KPPU Australia dan Indonesia berdasarkan keputusan kerjasama yang dilakukan di Ho Chi Minh, Vietnam.

Dalam kerjasama itu diputuskan kedua negara menertibkan kartel daging sapi.

"Kemungkinan kerjasama investigasi antara otoritas persaingan usaha Australia dan Indonesia dalam hal ini KPPU. Dari situ kita akan menggali terus. Bukan hanya daging sapi tetapi juga soal garam. Untuk penanganan kartel daging sapi, KPPU sudah menetapkan itu sebagai perkara baru," jelas Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf kepada KBR, Rabu (9/9/2015)

Ketua KPPU Syarkawi Rauf menambahkan untuk perkara kartel daging sapi, lembaganya akan memulai sidang kartel Selasa pekan depan.

Saat ini ada 24 perusahaan yang diduga melakukan kejahatan ekonomi kartel daging sapi. Kata dia, 24 perusahaan itu merupakan feedloter besar.

Dugaan kartel daging sapi mencuat ketika beberapa waktu lalu harga daging sapi di pasaran tidak terkendali. Harga daging terus meroket hingga Rp150 ribu per kilogram.

Saat itu pedagang daging mengaku kesulitan pasokan. Sementara Kementerian Pertanian menyebut stok daging sapi mencukupi hingga akhir tahun 2015.

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10