Kampanyekan #RIPSalimKancil, JATAM Sebar Nomor Telfon Pejabat

Salim Kancil dianiaya beramai-ramai dalam kondisi tangan terikat. Secara sadis, Salim Kancil dibunuh menggunakan cangkul, batu dan benda keras lainnya. Jenazah Salim kemudian dibuang di perkebunan.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 27 Sep 2015 20:38 WIB

Author

Yudi Rachman

Kampanyekan #RIPSalimKancil, JATAM Sebar Nomor Telfon Pejabat

Poster kasus pembunuhan petani Lumajang karena tambang. (Foto: Akun Twitter @komunalstensil)

KBR, Jakarta - LSM Jaringan Advokasi Tambang menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang menimpa Salim Kancil, seorang petani asal Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang Jawa Timur. Salim Kancil dibunuh karena menolak kegiatan tambang didesanya.

Menurut JATAM, sebagaimana keterangan pers yang diterima KBR, kasus yang menimpa Salim Kancil menambah panjang daftar kejahatan tambang di Indonesia, dimana petani menjadi salah satu pihak yang kerap menjadi korban. JATAM mengutuk keras tragedi tersebut.

Informasi yang dihimpun JATAM, kasus Salim Kancil terjadi pada Sabtu (26/9) pagi, di Lumajang. Salim Kancil dijempung sejumlah preman yang diduga suruhan kepala desa setempat.

Salim dibawa dari rumahnya dan dibawa ke Kantor Balai Desa Selok Awar-awar. JATAM menyebut Salim Kancil dianiaya beramai-ramai dalam kondisi tangan terikat. Secara sadis, Salim Kancil dibunuh menggunakan cangkul, batu dan benda keras lainnya. Jenazah Salim kemudian dibuang di tepi jalan dekat areal perkebunan warga.

Selain Salim Kancil, korban lain adalah Tosan. Pria itu mengalami luka parah karena dianiaya dan kini kritis di rumah sakit di Malang. Menurut informasi JATAM, Tosan sebelumnya juga dijemput paksa di rumahnya. Tosan melawan saat dianiaya. Beruntung ia diselamatkan warga lain dan segera dilarikan ke rumah sakit.

LSM Jatam menyebut sudah lama warga petani di Desa Selok Awar-Awar diintimidasi kepala desa dan pendukungnya, karena menolak aktivitas tambang pasir. Aktivitas tambang pasir di desa itu diduga dijalankan kepala desa.

Atas peristiwa tersebut, JATAM mendesak kepolisian mengusut tuntas pelaku pembunuhan dan penganiayaan itu beserta dalang di belakangnya. JATAM juga mendesak penghentian kegiatan tambang pasir di Lumajang, serta melindungi hak bersuara para petani dari intimidasi dan kekerasan.

JATAM mengkampanyekan tagar #RIPSalimKancil melalui media sosial Twitter. Bahkan JATAM meminta publik mengawal kasus itu dengan menyampaikan dukungan dan tuntutan terhadap sejumlah pejabat. Dalam rilisnya maupun akun Twitter @mampangcorner, JATAM juga menyebarkan nomor-nomor telepon pejabat setempat.

1. Kasat Reskrim Lumajang (085 232 484 888 )
2. Tim Penanganan Pengaduan Kasus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Gedung Manggala Wanabakti Blok I lt. 3
Jln. Gatot Subroto - Senayan Jakarta -Indonesia – 10207
Telepon/Fax: +62-21-5704501-04; +62-21-573019
3. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (081 211 160 11)
4. Kepolisian Negara Republik Indonesia
Alamat : Jl. Trunojoyo No.3, Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110
Call Center: 021-91261059
Fax: 021-7218741 Email: mabes@polri.go.id
5. Komnas HAM ( Nurkolish) 081 271 075 77
6. Bupati Lumajang As'at 08113500486
7. Kapolres Lumajang Fadly munzir  (0811751997)

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

RUU Cipta Kerja: Kesempatan dalam Kesempitan?

Kabar Baru Jam 10

Jaga Diri dengan Pola Makan Sehat

Menyoal Patroli Siber di Tengah Pandemi