Kabut Asap di Kalteng Mulai Menipis

Berkurangnya kabut asap diperkirakan hasil dari pemboman air dari udara (water bombing) yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Kumai, hingga 79 kali.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 24 Sep 2015 10:22 WIB

Author

Alex Gunawan

Kabut Asap di Kalteng Mulai Menipis

Ilustrasi. Jarak pandang pendek akibat kabut asap hasil pembakaran hutan dan lahan di Kalteng. Foto: kalteng.kemenag.go.id)

KBR, Jakarta - Kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, khususnya di Kecamatan Kumai berangsur membaik.

Kabut asap mulai menipis di daerah yang sebelumnya memiliki titik api terbanyak itu.

Dari pantauan KBR di Kalimantan Tengah, pada pukul 07.00 waktu setempat jarak pandang sudah mencapai 300 hingga 500 meter. Padahal dua hari sebelumnya, jarak pandang di sana hanya sekitar 100 meter.

Selain itu, pada beberapa hari sebelumnya kabut baru menipis selepas menjelang siang pukul 09.00, namun hari ini kabut sudah menipis sejak pagi.

Berkurangnya kabut asap diperkirakan hasil dari pemboman air dari udara (water bombing) yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Kumai, hingga 79 kali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat mencatat, di enam kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat, mulai ditemukan puluhan titik api. Kecamatan Kumai dan Arut Selatan merupakan wilayah dengan titik api terbanyak di Kalteng.

BPBD juga kewalahan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Karena sulit menembus titik api dari jalur darat, BPBD harus meminta batuan BPBD Provinsi Kalteng untuk melakukan pemadaman dari udara.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror