Hari Ini Riau 'Zero Hotspot'

BPBD Riau juga masih menunggu instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam merealisasikan sekat kanal air untuk memudahkan upaya pemadaman jika kebakaran terjadi lagi.

BERITA | NASIONAL

Senin, 28 Sep 2015 13:33 WIB

Author

Iriene Natalia

Hari Ini Riau 'Zero Hotspot'

Ilustrasi kabut asap mengganggu pengguna jalan di Riau. (Foto: mediacenter.riau.go.id)

KBR, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengklaim hari ini Riau dalam keadaan tanpa titik api atau titik panas (zero hotspot).  

Meski tidak ada titik panas, kabut asap masih landa Riau.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan kabut asap yang ada merupakan kiriman dari Sumatera Selatan.

Menurut Edwar, untuk mengantisipasi jika kembali terjadi kebakaran lahan hutan, BPBD masih terus melakukan patroli lingkungan.

BPBD Riau juga masih menunggu instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam merealisasikan sekat kanal air untuk memudahkan upaya pemadaman jika kebakaran terjadi lagi.

"Pada hari ini memang kabut asap masih menyelimuti Riau. Tapi ini dapat kami pastikan dari BMKG yang dirilis pagi ini adalah asap kiriman. Riau zero hotspot sementara Sumsel tercatat 239 hotspot. Karena arah angin dari selatan menuju ketempat kami, (asap) pindah ke tempat kami," kata Edwar Sanger.

Laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) di beberapa kota berada pada level Berbahaya.

Di Palangkaraya, ISPU mencapai 1.912, Pekanbaru 401, Pontianak 602, Kampar 419, Bengkalis 429, dan Siak 527.

Indeks tersebut jauh di atas ambang batas minimum level berbahaya, yaitu 350.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuat langkah-langkah khusus seperti menjaga ekosistem lahan gambut lewat sistem pembasahan (re-wetting) lahan gambut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Perempuan sebagai Pembuat Perubahan, Dukungan dan Tantangan

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12