BMKG: Masih Ada Lebih dari 400 Titik Api di Kalimantan

Prakirawan BMKG Pusat Eko Hadi Santoso menambahkan, jumlah titik api berubah-ubah. Bahkan, beberapa pekan lalu, titik api di Kalimantan menyentuh angka lebih dari seribu titik api.

, BERITA , NASIONAL

Minggu, 20 Sep 2015 17:23 WIB

Author

Yudi Rachman

BMKG: Masih Ada Lebih dari 400 Titik Api di Kalimantan

Titik api lahan gambut di Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. (Foto: Alex Gunawan/KBR)

KBR, Jakarta - Lebih dari 500 hotspot (titik api/titik panas) di Kalimantan dan Sumatera diduga turut menyumbangkan asap ke Thailand, Malaysia dan Singapura.

Prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Eko Hadi Santoso mengatakan dari pantauan satelit hari ini terlihat titik api paling banyak berada di Pulau Kalimantan.

Jumlah titik api terbanyak ada di Kalimantan Tengah, Selatan dan Timur.

Kondisi itu diperparah dengan arah angin yang berhembus ke utara dan tenggara dengan kecepatan 3 hingga 15 knot.

"Untuk wilayah Sumatera ada 92 titik api tersebar di Sumatera Utara, Riau, Lampung, Sumsel, dan Bangka Belitung. Di Kalimantan ada 453 titik api. Merata di seluruh provinsi di Kalimantan. Yang paling banyak itu di Kalteng, Selatan dan Timur, itu yang paling banyak," kata Eko Hadi Santoso kepada KBR, Minggu (20/9).

Prakirawan BMKG Pusat Eko Hadi Santoso menambahkan, jumlah titik api berubah-ubah. Bahkan, beberapa pekan lalu, titik api di Kalimantan menyentuh angka lebih dari seribu titik api.

Meski begitu, Eko mengungkapkan, ada potensi hujan lokal di wilayah Riau, Jambi, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur sehingga titik api berpeluang berkurang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Didesak Ungkap Jaringan Perdagangan Orang dengan Modus Pernikahan