Bagikan:

BI: Rupiah Belum Mengkhawatirkan

Dari catatan Bank Indonesia, rupiah melemah 14 persen dari awal tahun. Nilai ini lebih rendah dibanding pelemahan mata uang di beberapa negara.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Sep 2015 20:07 WIB

BI: Rupiah Belum Mengkhawatirkan

Ilustrasi. Mata uang rupiah masih melemah terhadap dolar. (Foto: Setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengklaim kondisi rupiah belum mengkhawatirkan.

Dari catatan Bank Indonesia, rupiah melemah 14 persen dari awal tahun. Nilai ini lebih rendah dibanding pelemahan mata uang di beberapa negara.

Brazil, misalnya, mengalami pelemahan mata uang (Real Brazil) tertinggi sebesar 44 persen sejak Januari. Kemudian mata uang Turki (Lira) melemah 35 persen, Malaysia (Ringgit) melemah 24 persen.

Namun, Agus mengingatkan untuk tetap waspada karena kondisi ekonomi global masih tidak menentu.

"Indonesia pelemahan 14 persen. Dan itu lebih karena Amerika yang dolarnya menguat. Jadi kondisi kita dalam keadaan tidak mengkhawatirkan. Tetapi kita betul-betul harus waspada, karena kondisi dunia sedang banyak ketidakpastian," kata Agus di Rakornas Kementerian Kelautan & Perikanan di Hotel Sahid, Jakarta (10/9).

Agus Martowardojo menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tidak terlalu buruk selama tiga tahun terakhir. Indonesia menempati peringkat 16 di antara negara G20.

Agus Marto mengatakan kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan juga menurunnya performa Tiongkok berkontribusi pada lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintahan baru memiliki masalah dengan penyerapan anggaran yang rendah baik APBN maupun APBD.

"Jadi kalau seandainya realisasi anggaran di semester kedua dapat dilaksanakan dengan baik, Insya Allah, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan baik, dan akan di kisaran 4,7-5,1 persen," lanjutnya.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending