Asap Makin Pekat, Pemkot Pontianak Kembali Liburkan Sekolah

Akibat asap, sekolah di Pontianak diliburkan hingga akhir pekan ini

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 15 Sep 2015 16:47 WIB

Author

Jayanti Mandasari

Asap Makin Pekat, Pemkot Pontianak Kembali Liburkan Sekolah

Ilustrasi: Kabut asap di Kotawaringin Barat (Foto: KBR/Alex G.)

KBR, Pontianak - Aktifitas belajar mengajar dari tingkat PAUD hingga SMP di Pontianak, Kalimantan Barat kembali diliburkan, menyusul kabut asap yang semakin menebal. Walikota Pontianak, Sutarmidji, mengatakan, indeks standar pencemaran udara (ISPU)   telah memasuki posisi sangat berbahaya menjadi dasar pemerintah untuk kembali meliburkan aktifitas sekolah tersebut. Libur berlaku mulai besok dan masuk kembali pada Senin 21 September.

Sutarmidji menambahkan,  bagi murid SMA aktifitas belajar mengajar akan mengalami pengunduran jam. Waktu  belajar mengajar akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. karena semeste ini banyak libur sekolah akibat kabut asap maka pelajaran  akan diganti pada semester yang akan datang.

“Sampai hari Sabtu, mau hujan besok ya sudah biarkan saja sampai Sabtu. Nanti kalau kita suruh masuk tahu-tahu asap lagi. Saya pantau tidak ada peningkatan masih biasa saja (penderita ISPA). Sudah sangat berbahaya yaitu diatas 300,” ujar Sutarmidji kepada KBR di Pontianak, Selasa, 15 September.

Sutarmidji menambahkan, pemkot sebisa mungkin menghindari penaikan status siaga darurat menjadi darurat bencana kebakaran hutan dan lahan. Alasannya, jika dinaikkan  maka akan berdampak pada seluruh sektor. Aspek kesiapan rumah sakit merupakan hal utama jika status darurat tersebut diberlakukan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme