Pemprov Papua: Pemblokiran Internet Hambat Persiapan PON 2020

“Kerugian terbesar dari gangguan internet saat ini adalah pelaksanaan pekerjaan proyek yang tidak bisa terlaksana tepat waktu."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 28 Agus 2019 13:55 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pemprov Papua: Pemblokiran Internet Hambat Persiapan PON 2020

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla membahas persiapan PON 2020 dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/8/2019). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

KBR, Jakarta - Pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat sejak pekan lalu (21/8/2019) menghambat persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang bakal digelar di Papua.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Pemprov Papua Debora Salosa.

Menurut dia, gara-gara pemblokiran internet, Pemprov Papua tidak bisa menjalankan lelang proyek online senilai Rp700 miliar lebih. 

“Kerugian terbesar dari gangguan internet saat ini adalah pelaksanaan pekerjaan proyek yang tidak bisa terlaksana tepat waktu," jelas Debora, seperti dilansir situs resmi Pemprov Papua, Selasa (27/8/2019).

"Contoh, kami kan harus tanda tangan kontrak dan punya calon pemenang tender pada 27 Agustus 2019. Sementara gangguan jaringan ini berpengaruh pada kualitas pekerjaan karena waktu yang terbuang,” lanjutnya.

“Makanya kami berharap ada kelonggaran dari pemerintah pusat. Sebab dengan gangguan jaringan ini berpotensi menghambat sejumlah proyek strategis yang mesti diselesaikan tahun ini, termasuk berbagai proyek mempersiapkan venue PON 2020,” tegas Debora.

Debora pun meminta agar Kementrian Kominfo membuat kebijakan pengecualian. Semisal, yang diblokir hanya media sosial seperti Youtube, WhatsApp, Facebook saja, sedangkan akses internet untuk website dan aplikasi pelayanan publik tetap dibuka.


Jokowi Minta Kebut Persiapan PON 2020

Dalam rapat terbatas di Jakarta, Presiden Jokowi sebenarnya sudah menginstruksikan menteri-menterinya agar mengebut langkah persiapan PON 2020, yang meliputi pembangunan venue dan berbagai fasilitas pendukung lain.

"Perlu saya ingatkan, ini adalah event olahraga terbesar di negara kita. Saya ingin mengingatkan bahwa PON bukan hanya kompetisi olahraga semata. Namun PON adalah arena kita bersama untuk merayakan keragaman, mempertebal semangat persaudaraan, kita sebagai bangsa dan arena memperkuat persatuan dan kesatuan," kata Jokowi di Jakarta, Senin (26/08/2019). 

Namun, instruksi percepatan itu nampaknya tidak berarti apa-apa, karena sampai Rabu (28/8/2019) Kementerian Kominfo belum kunjung mengaktifkan layanan internet, termasuk aplikasi layanan publik online terkait proyek PON 2020.

PON 2020 rencananya akan digelar pada September 2020 di Papua, mempertandingkan 37 cabang olahraga, serta mendatangkan sekitar 36 ribu atlet dan ofisial ke sana.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18