Share This

Minta Maaf pada Kader Demokrat, AHY Incar Pilpres 2024

"Jika lima tahun mendatang kemudian terbuka peluang lain bagi saya, di tahun 2024, maka tugas dan kewajiban saya adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," tutur AHY.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 10 Agus 2018 13:49 WIB

Ilustrasi: Antara

KBR,Jakarta- Dipastikan gagal berkompetisi dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf kepada para kader Partai Demokrat. Ia meminta maaf lantaran telah gagal menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Meski begitu, Agus memaklumi hal tersebut terjadi dalam ajang politik. Ia juga mengimbau kepada kader Partai Demokrat untuk tidak terpecahbelah atas keputusan Prabowo menggandeng Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

"Saya sudah berupaya semaksimal mungkin, selama kurang lebih satu tahun terakhir saya juga berkeliling nusantara untuk mendengarkan, menyerap aspirasi rakyat. Tentunya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika karena berbagai faktor maka saya belum memiliki peluang untuk bisa menjadi Cawapres sebagaimana yang diharapkan oleh kader Demokrat serta berbagai lapisan masyarakat tadi," ujar Agus, di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat, (10/08).

Dalam kesempatan itu, Agus juga mengatakan harus belajar lebih banyak dan mendekatkan diri kepada masyarakat Indonesia. Ia juga menyatakan perjuangannya belum usai dan akan mempersiapkan diri untuk Pilpres 2024.

"Manusia hanya bisa bekerja, berjuang dan mempersiapkan diri. Jika lima tahun mendatang kemudian terbuka peluang lain bagi saya, di tahun 2024, maka tugas dan kewajiban saya adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Sementara Partai Demokrat sudah memantapkan koalisinya bersama kubu Gerindra, kendati putra pertama SBY itu batal menjadi calon wakil presiden yang diusung Prabowo Subianto.

Editor: Adia Pradana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.