Sandera Abu Sayyaf Berhasil Loloskan Diri, Perusahaan Belum Tentukan Langkah Lanjutan

Putusan akan sangat bergantung dengan informasi yang diterima perusahaan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 18 Agus 2016 13:46 WIB

Author

Sasmito

Sandera Abu Sayyaf Berhasil Loloskan Diri, Perusahaan Belum Tentukan Langkah Lanjutan

Ilustrasi WNI kabur dari sandera. Foto: Antara



KBR, Jakarta - Perusahaan pelayaran PT Rusianto Bersaudara belum menentukan langkah lanjutan terkait kaburnya dua pekerja yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Juru bicara PT Rusianto Bersaudara, Taufiqurrahman mengaku masih mengklarifikasi informasi tersebut ke otoritas Filipina dan pemerintah.

"Sedang dilakukan, kita belum dapat informasinya tapi tim yang di Jakarta sedang memastikan hal tersebut. Tim terdiri dari perusahaan dan pemerintah. Sudah komunikasi dengan keluarga? Keluarga juga sudah mendengar informasi itu. Saat ini yang kita sampaikan ke mereka agar tidak panik dan tetap tenang," jelas Taufiqurrahman saat dihubungi KBR, Kamis (18/8/2016).

Dia pun menambahkan, hingga saat ini belum ada tuntutan penyandera yang dipenuhi.

"Pihak perusahaan apa memberikan yang diminta penyendera? Belum ada, terakhir masih dalam tahap komunikasi terus. Mengenai batas waktu dari mereka untuk diberikan kelonggara," imbuhnya. 

Baca juga: Kemenlu: Sandera yang Lolos Tidak Langsung Dipulangkan ke Indonesia

Dua dari delapan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina berhasil meloloskan diri. Mereka adalah Muhammad Sofyan dan Ismail. Keduanya merupakan anak buah kapal (ABK) Tugboat Charles yang dihadang perompak di Perairan Tawi-Tawi pada 20 Juni lalu. Sofyan berhasil melarikan diri setelah nekat menceburkan diri ke laut dan berenang.

Sedangkan Ismail, telah ditemukan Militer Filipina pada Rabu Malam di Barangay Bual, desa yang sama dengan ditemukannya Mohammad Sofyan. Ismail adalah pemimpin Kapal Tugboat Charles. Dia ada di tahanan pasukan pemerintahan Filipina sejak ditemukan Rabu malam dan, akan dibawa ke Kota Jolo.

Abu Sayyaf, kelompok yang berafiliasi dengan ISIS ini menculik tujuh pelaut Indonesia di Perairan Filipina selatan pada 23 Juni lalu.

Baca juga: Koordinasi Indonesia dan Filipina Bebaskan Sandera



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Jumlah Korban Jiwa Akibat Infeksi Virus Corona di Cina Meningkat

Pemkot Balikpapan Menghimbau Warganya Agar Tak Ke Luar Negeri Sehubungan Virus Corona Wuhan

Menyoal Upaya Pemerintah Indonesia Antisipasi Penyebaran Corona Wuhan

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7