Pendiri 'Orangutan Foundation' Puji dan Kritik Jokowi

"Saya kira ada perbedaannya karena beliau seorang forester (rimbawan)," kata Profesor Birute Mary Galdikas.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 03 Agus 2016 11:08 WIB

Author

Alex Gunawan

Pendiri 'Orangutan Foundation' Puji dan Kritik Jokowi

Ahli primata orangutan terkemuka asal Kanada, Prof Birute Mary Galdikas. (Foto: Simon Fraser University/Flickr/Wikimedia/CC-BY-20)



KBR, Pangkalan Bun - Peneliti orangutan dan pendiri Orangutan Foundation International (OFI) Profesor Birute Mary Galdikas menaruh harapan besar pada pemerintahan Presiden Joko Widodo terkait pelestarian hutan dan satwa liar.

Antropologis dan ahli primata dari Kanada itu berharap Jokowi membuat lebih banyak lagi kebijakan-kebijakan yang pro lingkungan seperti pelestarian hutan dan satwa liar termasuk orangutan.

Birute mengatakan latar belakang Presiden Joko Widodo yang seorang forester (rimbawan) semestinya menjadikan dia berbeda. Ia memuji penerapan kebijakan soal moratorium perkebunan kelapa sawit selama dua tahun yang dilakukan Jokowi.

"Saya kira ada sedikit berbeda karena beliau mendirikan (memberlakukan) moratorium selama dua tahun, sehingga (perkebunan) kelapa sawit tidak bisa memperbesar kebun atau membuka hutan baru. Saya kira ada perbedaannya karena beliau seorang forester," kata Birute.

Meski begitu, Birute juga mengkritik penegakan hukum untuk kejahatan lingkungan yang masih lemah. Salah satunya, keseriusan untuk menghukum perusahaan pelaku pembakar hutan dan lahan.

Ia berharap, tahun ini tidak ada lagi kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap seperti tahun lalu. Ia juga berharap selama tiga tahun sisa menjabat, Presiden Jokowi bisa lebih menonjolkan lagi kebijakan-kebijakan yang pro lingkungan.

Orangutan Foundation International (OFI) adalah yayasan nirlaba yang didirikan pada 1971 oleh Birute Mary Galdikas, yang diakui sebagai ahli di bidang primata orangutan terkemuka di dunia. Birute kini menjadi profesor di Universitas Simon Fraser, Kanada.

OFI mengoperasikan pusat penelitian orangutan Camp Leakey yang berada di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Selain itu, OFI juga memiliki fasilitas Pusat Perawatan dan Karantina Orangutan di Dayak, Pasir Panjang, yang berlokasi dekat Pangkalan Bun.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18