KLHK Perkirakan Status Siaga Darurat Karhutla Hingga November

KLHK juga akui ada keterlambatan penanganan karhutla

BERITA , NASIONAL

Selasa, 23 Agus 2016 20:04 WIB

Author

Ade Irmansyah

KLHK Perkirakan Status Siaga Darurat Karhutla Hingga November

Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir (OI) memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Pemulutuan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Rabu (17/8). (Foto: Antar

KBR, Jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan di 6 provinsi. Menteri KLHK, Siti Nurbaya mengatakan, keenam provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kata dia, status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu diperkirakan akan berlangsung sampai November 2016.

"Kalau lihat ramalan curah hujan BMKG, itu wilayah Sumatera bagian tengah itu sangat kering. Cuma 20-30 milimater aja curah hujan dalam satu bulan. Kan kalau standard iklim kan kalau 100 mm per bulan itu sudah dianggap kering. Yang bagian tengah Sumatera, yakni sebagian wilayah Riau sebagian danau Toba kemarin kan juga kelihatan, sebagian lagi Sumsel, yang wilayah tengah. Sama yang di Kalimantan, yang di wilayah barat, sedikit di tengah lalu ke selatan, terus di wilayah timur," ucapnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/08/2016).

Kata dia, cuaca pada tahun ini memang lebih baik dari tahun lalu. Pasalnya, meski sudah memasuki musim panas namun tetap ada hujan walaupun dengan intensitas yang sangat rendah.

"Artinya satgasnya ada, lalu pos komandonya ada, koordinasi antara TNI-Polri berjalan, kemudian pemantauan oleh badan penanggulangan bencana daerah, BLHD, apalagi ada UPT kementerian ya. Kalau UPT saya sih setiap saat memantau terus. Dan yang paling penting sebenarnya kalau kita bicara siaga darurat, itu untuk kemudahan mobilisasi fasilitas. Mengapa, karena di dalam UU bencana alam, dan PP PP nya, itu ada segmentasi penyelesaian penanganannya," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengakui sempat melakukan keterlambatan penanganan pemadaman kebakaran lahan dan hutan di beberapa tempat. Misalnya di daerah Riau, Bengkalis, dan di Kalimantan Barat. Oleh karenanya kata dia, dengan keterpaduan penanganan kebakaran lahan ini, hal tersebut tidak terjadi lagi.

"Memang ada beberapa kasus seperti di Riau, Bengkalis, sebagian Rokan Hilir, kemarin yang agak telat juga, mundur beberapa hari, di Kalimantan Barat. Tapi kemudian rata-rata tiga hari sudah mati. Saya dilaporkan kemaroin 36 hektar di Sumatra Barat, tapi dikerjakan sehari juga mati. Yang penting sesuai perintah Bapak Ppresiden, begitu ada apinya harus dimatikan, itu aja. Kalau siaga darurat sih diharapkan oleh Bapak Presiden, kenapa harus menunggu darurat," tambahnya.
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak