Komnas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Penggusuran Kampung Pulo

Komnas ham nilai berlebihan pengerahan pasukan saat menggusur kampung pulo.

BERITA | NASIONAL

Senin, 24 Agus 2015 14:34 WIB

Author

Yudi Rachman

Konferensi Komnas HAM kasus bentrok penggusuran kampung Pulo, Senin, 24 Agustus 2015 (Foto: KBR/Yudi

Konferensi Komnas HAM kasus bentrok penggusuran kampung Pulo, Senin, 24 Agustus 2015 (Foto: KBR/Yudi R.)

KBR, Jakarta -  Komisi Hak Asasi Manusia menduga ada pelanggaran dalam penggunaan kekuatan aparat baik satpol PP, Polisi dan TNI dalam kasus bentrokan di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Menurut Anggota Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron, pola pengerahan pasukan berlebihan itu menimbulkan gesekan dan terjadi di beberapa kegiatan penggusuran pemukiman kumuh. Untuk itu, Komnas HAM akan menelusuri ada tidaknya pelanggaran HAM yang dilakukan aparat terhadap warga miskin korban penggusuran.

"Penggusuran untuk dipindah ke rusunawa yang menjadi penyebab dilakukan upaya pemaksaan atau penggusuran pemaksaan yang berujung bentrokan fisik. Jadi kemarin sudah kita lihat berapa jumlah pasukan yang dilibatkan dan itu saya kira  pasukan yang berlebih-lebihan. Pola itu terjadi di semua penggusuran seperti di Kali Pinangsia, Sekretaris dan Kali Ancol dan tidak tertutup kemungkinan terjadi di daerah yang lain," jelas Anggota Komnas HAM Nurkoiron di Kantor Komnas HAM, Senin (24/8).

Anggota Komnas HAM Nur Khoiron menambahkan, Komnas HAM sudah membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah kota Jakarta terhadap warga miskin korban penggusuran. Selain itu, Komnas HAM juga mendalami belasan warga yang menjadi korban penganiayaan aparat kepolisian dan satpol PP saat penggusuran.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka