GAPMMI : Pak Darmin Nasution Bagus, Tapi...

Latar belakang bekas Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil, yang menjadi Menteri Bappenas kurang tepat.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 12 Agus 2015 17:19 WIB

Author

Iriene Natalia

Darmin Nasution. Foto: Antara

Darmin Nasution. Foto: Antara

KBR,Jakarta- Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyoroti penunjukan bekas Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil, yang menjadi Menteri Bappenas.

Wakil Ketua Umum GAPMMI, Sriboga Suratmo menilai latar belakang Darmin Nasution di bidang keuangan kurang sesuai untuk menjabat sebagai Menko Perekonomian. Menurut Sriboga, seharusnya posisi tersebut dijabat oleh orang dengan latar belakang bidang perdagangan.

"Pak Darmin kan dari dulu pegang finance. Jadi kalau memang Presiden mengharapkan perbaikan itu dalam sektor finance ya silakan, Pak Darmin bagus. Dalam arti sekarang terhadap dolar kan kita terdesak terus. Tapi untuk operasional teknis perekonomian perdagangan misalnya ekspor impor yang lagi gonjang ganjing, ya memang itu diluar keahlian beliau (Darmin)," kata Sriboga Suratmo, Rabu (12/08).

Akhirnya Presiden Joko Widodo melakukan perombakan enam anggota kabinet antara lain Menkopolhukam Tedjo Edhi Purdijatno digantikan Luhut Pandjaitan. Kemudian Sekretaris Kabinet, Andi Widjayanto digantikan Pramono Anung.

Lalu jabatan Menko Kemaritiman yang sebelumnya dijabat Indroyono Soesilo digantikan oleh Rizal Ramli. Thomas Lembong menggantikan Rahmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan. Disusul Andrinof Chaniago (Menteri Bappenas) digantikan Sofyan Djalil yang sebelumnya menjabat Menko Perekonomian. Jabatan Menko Perekonomian tersebut kemudian dijabat oleh Darmin Nasution.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Bangun dari Demotivasi Skripsi

Catatan dan PR bagi Kapolri Baru

Kabar Baru Jam 10