Dua Calon Independen Tak Lolos Pilkada Balikpapan

Tiga pasangan Calon Walikota lolos mengikuti pilkada di Balikpapan

BERITA | NASIONAL

Senin, 24 Agus 2015 16:26 WIB

Author

Teddy Rumengan

Dua Calon Independen Tak Lolos Pilkada Balikpapan

Ilustrasi kotak suara pilkada (Foto: Antara)

KBR, Balikpapan – KPU Kota Balikpapan  menetapkan tiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota  yang  diusung partai politik. Mereka akan bertarung dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Balikpapan, Kalimantan Timur pada 9 Desember mendatang.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Toha mengatakan, ketiga pasangan tersebut telah memenuhi syarat sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati.

Penetapan tiga pasangan tersebut  dituangkan melalui Berita Acara Nomor: 54/BA/VIII/2015 tanggal 24 Agustus 2015 dan dipublikasikan melalui Pengumuman KPU Balikpapan Nomor: 86/KPU-BPP/021.436208/2015.

“Jadi syarat seseorang mencalonkan menjadi walikota atau wakilnya itu ada syarat pencalonan dan syarat calon. Nah didalam syarat pencalonan itu kalau yang diusung partai politik itu jelas form B1, B2, B3 terutama rekomendasi dari DPP Partai Politik itu wajib,” kata Noor Toha, Senin (24/8)

Tiga pasangan yang telah ditetapkan sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan yang diusung partai politik itu yakni Rizal Effendi - Rahmad Mas’ud yang diusung PDIP, Demorat dan Nasdem.

Lalu pasangan Heru Bambang-Sirajuddin-Machmud yang diusung Gerindra, Hanura dan PKS dan pasangan Andi Burhanuddin Solong-Abdul Hakim Rauf yang diusung Golkar.

Dengan ditetapkan tiga pasangan tersebut, KPU Kota Balikpapan juga memastikan dua calon Independen yakni pasangan Achdian Noor – Abriantinus dan Abdul Hakim – Wahidah gagal mengikuti pilkada karena tidak memenuhi syarat minimal dukungan yang ditetapkan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak