Calon dari Kepolisian: KPK Berfungsi Memajukan Polisi dan Jaksa

Calon pemimpin KPK dari kepolisian yakin independen bila atasan dari kepolisian terjerat kasus

BERITA | NASIONAL

Senin, 24 Agus 2015 14:23 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Calon  dari Kepolisian: KPK  Berfungsi Memajukan Polisi dan Jaksa

Wawancara terbuka seleksi pemimpin KPK, Senin 24 Agustus 2015 (Foto: KBR/Khusnul K)

KBR, Jakarta - Calon pemimpin  KPK yang berlatar belakang kepolisian, Basaria Panjaitan menyatakan punya strategi untuk mensinergikan KPK, kepolisian dan kejaksaan. Basariah mengatakan hal tersebut sebenarnya sudah diatur dalam pasal 44 UU KPK.  Yakni ketika KPK sudah menemukan dua alat bukti  dan akan meningkatkan perkara ke penyidikan, maka KPK bisa menentukan apakah penyidikan tersebut dilaksanakan oleh KPK sendiri atau diserahkan kepada kepolisian atau kejaksaan.

“Sinergi yang paling utama, kembali pada fungsi yang tadi. Jadi KPK berfungsi untuk memajukan polisi dan jaksa. Dia jangan malah sebagai pelaku. Ibu bisa bayangkan kalau KPK yang ada sekarang ini sebagai pelaku penyidik, apakah ini tidak menjadi saingan kepolisian? Kalau sebagai penuntut menjadi saingan kejaksaan?“ Kata Basaria Panjaitan dalam wawancara terbuka seleksi calon pimpinan KPK di Gedung Sekretariat Negara.

Langkah ini, tambah Basaria bukan berarti mengurangi kewenangan KPK. KPK  punya dua fungsi. Yakni sebagai trigger mechanism atau pendorong bagi kepolisian dan kejaksaan untuk bekerja lebih efektif. Fungsi kedua adalah supervisi, yakni jika kepolisian dan kejaksaan lambat dalam melaksanakan penyidikan atau penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, maka bisa mengambil alih kasus. Namun itu dilakukan ketika sudah ada gelar perkara atau pembicaraan mengenai kendala yang dihadapi kepolisian dan kejaksaan.

Dalam wawancara terbuka tersebut, Basaria juga mengklarifikasi bahwa keikutsertaannya sebagai calon pimpinan KPK bukanlah titipan dari kepolisian. Karena itu jika terpilih menjadi pemimpin KPK, Basaria berjanji bakal independen jika atasan atau pihak dari kepolisian terjerat dalam kasus korupsi.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Pengaruh Narkoba dan Kerusakan yang Ditimbulkan

PascaOTT, KPK Segel Ruangan di Kantor Wali Kota Medan

Kabar Baru Jam 8

Parlemen Korsel Ajukan RUU 'Sulli' untuk Atasi Serangan Komentar Jahat di Medsos

Kabar Baru Jam 7