TNI Ngotot Lanjutkan Pemagaran Kawasan Urut Sewu

Paguyuban Petani Kebumen minta TNI hentikan pemagaran Urut Sewu

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 25 Agus 2015 10:25 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

 TNI Ngotot Lanjutkan Pemagaran Kawasan Urut Sewu

Warga Urut Sewu korban bentrokan dengan TNI pada Sabtu, 22 Agustus 2015 (Foto: KBR/ M. Ridlo)

KBR, Kebumen – Koordinator Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS), Seniman menyayangkan sikat ngotot TNI yang tetap melanjutkan pemagaran lahan yang diklaim sebagai kawasan pertahanan di Kawasan Urut Sewu. Padahal, dalam pertemuan yang dimediasi oleh Pemda dan DPRD Kebumen 19 Agustus 2015 lalu, kedua belah pihak, TNI dan warga, bersepakat akan menghentikan seluruh aktivitas yang bisa memancing reaksi pihak lain hingga dilakukan pertemuan lanjutan pada 14 September nanti.

Kata dia, sikap ngotot TNI yang terus melanjutkan pemagaran ini menunjukkan bahwa TNI tidak memiliki itikad baik melaksanakan hasil audiensi yang telah disepakati. Itu sebab, terjadi bentrok pada Sabtu 22 Agustus lalu karena TNI tidak melaksanakan hasil kesepakatan dengan warga.

 "Itu namanya pemaksaan, pemaksaan. Maksudku itu pemagaran yang dipaksakan. Informasi terkini TNI tambah pasukan, entah dari mana. Intinya kami jelas menolak. Sebab itu jelas-jelas berada di atas tanah milik rakyat. Ini dari dulu kami kan sudah gembar-gembor sebenarnya kan masalah tanah. Tanah yang sudah ada Letter C diklaim secara sepihak oleh TNI." Tegas Seniman.

Seniman menambahkan, warga tetap menolak pemagaran yang dilakukan oleh TNI. Ia meminta TNI menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas hingga 14 September saat dilakukan pertemuan lanjutan. Saat itu, kata dia, kedua belah pihak bisa saling menunjukkan bukti kepemilikan yang sah. Ia mengklaim warga di kawasan Urut Sewu telah mengumpulkan bukti-bukti atas kepemilikan tanah yang diklaim sepihak oleh TNI.

Dihubungi KBR, Komandan Komando Distrik Militer 0709 Kebumen, Putra Widyawinaya menegaskan akan terus melanjutkan pemagaran. Ia mengklaim telah mengantongi keputusan pengadilan dan keputusan menteri keuangan bahwa lahan tersebut merupakan tanah inventaris TNI yang diperuntukkan sebagai kawasan pertahanan.

Akibat TNI memaksa memagar kawasan Urut Sewu, Sabtu (22/08/2015) lalu terjadi bentrokan antar warga dan TNI AD terjadi di Urut Sewu, Kebumen, Jawa Tengah. Akibat bentrokan tersebut 17 warga terluka. Salah satu di antaranya yang menjadi korban bentrok adalah ibu hamil.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri

Wapres Bicara Vaksinasi untuk Lansia