Perludem Kritisi Sejumlah Hal Penting Pemilu Serentak 2019

Banyak orang menilai pelaksanaan pemilu presiden 2014 kali ini lebih baik dari pemilu sebelumnya.

BERITA

Senin, 25 Agus 2014 12:34 WIB

Author

Yudi Rachman

Perludem Kritisi Sejumlah Hal Penting Pemilu Serentak 2019

pemilu serentak 2019, aturan pemilu serentak, penyelenggaran pemilu presiden 2014

KBR, Jakarta - Banyak orang menilai pelaksanaan pemilu presiden 2014 kali ini lebih baik dari pemilu sebelumnya. Survei terkini dari Saiful Mujani Research and Consulting menyebutkan mayoritas responden menyatakan puas dengan pelaksanaan pemilu 2014. Lebih dari 77 persen responden menyatakan pemilu presiden tahun ini berlangsung jujur dan bebas. Hanya 2 persen lebih yang menyatakan tidak puas.

Dalam perbincangan Pilar Demokrasi KBR dan TV Tempo, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mempunyai beberapa catatan. Penyelenggaraan pemilu presiden 2014 berjalan baik, namun ada beberapa hal khusus yang harus menjadi perhatian dalam menghadapi pemilu serentak 2019.

Catatan-catatan itu antara lain, perbaikan sistem daftar pemilih tetap yang harus menggunakan sistem identitas tunggal dengan menggunakan nomor dalam KTP elektronik. Menurut Titi, dengan sistem baru itu diharapkan bisa mengurangi jumlah pemilih yang tidak terdata. Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah perlunya aturan perundangan yang mencakup kebutuhan pemilu serentak di tahun 2019.

“Kita akan memerlukan aturan perundangan untuk mendukung terlaksananya pemilu serentak 2019. Apabila parlemen yang terpilih dalam pemilu 2014 tidak bisa sinergi karena dendam politik,  maka bisa dipastikan pemilu 2019 akan berjalan buruk,” jelas Titi.

Meskipun tidak ada pemilu yang sempurna 100% di dunia, namun hasil yang dicapai dalam pemilu presiden 2014 di Indonesia bisa dikatakan lebih baik. Indonesia, menurut Titi, baru menjalankan tiga pemilu presiden. Maka, tak bisa langsung sempurna. Masih memerlukan metamorfosa, baik aturan, penyelenggara maupun calon-calon yang akan bersaing dalam pemilu presiden selanjutnya perlu diatur detil.

“Calon presiden selanjutnya pelu diatur ketat agar untuk menjamin kualitas calon presiden terpilih. Tidak ada lagi aturan normatif, semuanya harus dilakukan dengan detil dan ketat untuk mencegah calon-calon tak berkualitas secara moral dan politik masuk,” ujar Titi.

Ada beberapa indikator pemilu berjalan dengan baik di suatu negara. Menurut Titi, keberhasilan pemilu bisa dilihat berdasarkan standar, seperti pemilih yang bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik. Selain itu ada juga sistem daftar pemilih dalam pemilu 2014. Paling terang adalah sistem unggah data formulir C-1 yang bisa diketahui publik.

“Sistem data hasil pindaian formulir C-1 merupakan hal nyata adanya perubahan di pemilu presiden 2014. Hasil pemilu bisa dilihat dan transparan diketahui masyarakat, berbeda dari pemilu sebelumnya,” ungkap Titi.

Untuk penyelenggara pemilu, Perludem menggarisbawahi perlunya perubahan mendasar terhadap aturan. Sehingga, KPU yang bertugas tidak kaku dan hanya bekerja berdasarkan aturan dan perundangan. Namun perlu juga KPU bekerja lebih luwes dengan menimbang dinamika yang ada di masyarakat. Menurut Titi, “Selama ini KPU didesain tidak bisa bekerja di luar mandat perundangan, ada kekakuan. Ke depannya diperlukan aturan dan mandat KPU yang lebih dinamis sesuai konstitusi,”jelasnya.

Editor: Fuad Bakhtiar

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18