covid-19

TNI Akan Distribusikan Obat COVID-19 Gratis. Apa Syarat Mendapatkannya?

Khusus penyimpanan paket obat gratis dari pemerintah ini, menurut Hadi, akan ditempatkan di Markas Kodim setempat.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 15 Jul 2021 13:47 WIB

TNI Akan Distribusikan Obat COVID-19 Gratis. Apa Syarat Mendapatkannya?

Personel TNI AU saat membantu pendistribusian alat kesehatan yaitu APD ke wilayah Kalsel, (30/4/2020). (Foto: tni-au.mil.id)

KBR, Jakarta - Pemerintah akan membagikan paket obat gratis kepada warga yang terinfeksi positif COVID-19, dan melakukan isolasi mandiri. Obat tersebut gratis dan akan didistribusikan oleh aparat keamanan.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, paket obat gratis COVID-19 itu bisa didapatkan oleh warga yang terdata melalui Puskemas atau Bidan Desa. Data tersebut akan dibagi ke dalam klasifikasi tingkat gejala yang dialami masing-masing warga.

"Karena kita melaksanakan isolasi mandiri berbasis Desa, Puskesmas atau Bidan Desa akan melakukan triase membagi apakah mereka OTG, ODG, ringan, sedang, atau berat sehingga data tersebut sudah dimiliki oleh Bidan Desa atau Puskesmas, sehingga untuk mendapat paket obat tersebut itu sudah terdata dengan baik," ujar Hadi di Istana Negara, Kamis (15/7/2021)

Panglima TNI Hadi Tjahjanto menambahkan, puskesmas atau bidan desa akan melakukan pendataan secara rinci, sehingga nantinya obat gratis tersebut tepat sasaran.

Menurut Hadi, jajaran tim kesehatan Kodam, termasuk Kodim, Koramil, dan Babinsa, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan dan jajaran Kepolisian dalam pendistribusian obat COVID-19 gratis itu.

Khusus penyimpanan paket obat gratis dari pemerintah ini, menurut Hadi, akan ditempatkan di Markas Kodim setempat. Ini dilakukan agar ada pengawasan, pendataan, atau pencatatan keluar-masuk obat.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meluncurkan paket obat terapi virus korona dan vitamin secara gratis kepada pasien Covid-19, yang menjalani isolasi mandiri.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 7

Akses Pendidikan untuk Asa Masa Depan Anak Pemulung