covid-19

Sudah 451 Orang Meninggal Saat Isoman

Data diperoleh dari 12 provinsi dan 62 kabupaten-kota yang terlacak. Menurut Ahmad, kasus kematian saat isolasi mandiri terbanyak ada di Jawa Barat dengan 160 orang.

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Jul 2021 18:37 WIB

Sudah 451 Orang Meninggal Saat Isoman

Spanduk zona merah yang dipasang warga di RW 10 Kampung Pangkalan Kabupaten Bandung Barat, Jabar. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Organisasi LaporCovid-19 mencatat, tren pasien terinfeksi virus korona yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah terus meningkat. Inisiator LaporCovid-19 Ahmad Arif mengatakan, data yang diperoleh menunjukkan, hingga kini ada total 451 kematian pasien isolasi mandiri.

Data diperoleh dari 12 provinsi dan 62 kabupaten-kota yang terlacak. Menurut Ahmad, kasus kematian saat isolasi mandiri terbanyak ada di Jawa Barat dengan 160 orang. Kasus lainnya tersebar di seluruh Jawa, dan juga mulai meningkat di luar Jawa.

"Perlu sebagai catatan disini bahwa jumlah yang terdata ini kami yakin ini hanya fenomena puncak gunung es, karena tidak semua terberitakan atau terlaporkan. Beberapa waktu yang lalu misalnya kami komunikasi dengan teman-teman di Dinkes Jakarta bahwa mereka rata-rata sehari itu menerima laporan ada 45 pasien isoman yang meninggal di rumah. Kami sekarang sedang berkoordinasi dengan DKI Jakarta untuk meminta data per harinya untuk kemudian bisa kami integrasikan data di LaporCovid," kata Arif dalam diskusi virtual, Senin (12/7/2021).

Ahmad Arif juga mengatakan, pasien isolasi mandiri yang meninggal dikarenakan tidak terpantau, terlambat dibawa dan ditangani rumah sakit, juga karena faktor keterisian rumah sakit yang penuh.

Faktor lain yang menyebabkan pasien isolasi mandiri meninggal disebabkan, karena pasien enggan dibawa ke rumah sakit dengan alasan takut diberi status pasien Covid-19.

Sementara itu, dari data yang dihimpun oleh relawan Posko Dukungan Operasi Satgas Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), total ada 106 orang meninggal dunia saat menjalani isoman. Data tersebut didapat dari 1 Juni hingga 5 Juli 2021. Diketahui dari total 106 kasus, 49 di antaranya terkonfirmasi positif, sementara yang lainnya masuk kategori suspek, infeksius, dan probable.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7