Bagikan:

Menkes: Satu Orang Stok Obat COVID-19, Satu Orang Lainnya Bisa Mati

"Jadi kalau kita stok ini di rumah, saya mengerti karena itu memberikan rasa nyaman, tapi itu mengurangi kans satu orang yang membutuhkan untuk mendapatkan akses dan dia bisa mati."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 13 Jul 2021 16:51 WIB

Author

Yovinka Ayu

Menkes: Satu Orang Stok Obat COVID-19, Satu Orang Lainnya Bisa Mati

Suasana transaksi jual beli obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, 26 Juni 2021. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat tidak perlu menyimpan obat-obatan terapi COVID-19 di rumah masing-masing. Obat-obatan itu, menurut Budi, semestinya dibeli oleh keluarga pasien dengan resep dokter, dan diberikan ke perawat di rumah sakit.

“Jadi kalau kita stok ini di rumah, saya mengerti karena itu memberikan rasa nyaman, tapi itu mengurangi kans satu orang yang membutuhkan untuk mendapatkan akses dan dia bisa mati,” kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7/2021).

Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mengimbau perusahaan-perusahaan besar untuk tidak membeli obat terapi Covid-19 guna memberikan perlindungan kepada para karyawannya. Sebab, hal itu justru akan menyulitkan masyarakat luas yang benar-benar membutuhkan obat-obatan terapi virus korona.

“Tolong bantu diimbau ke semua perusahaan besar tidak usah membeli, karena kalau dia membeli, 10.000 dia beli, itu ada 10 ribu orang yang kehilangan chance-nya (kesempatannya) yang benar-benar membutuhkan. Jadi biarkan mekanis secara medis berlaku,” ujarnya.

Menkes menegaskan obat terapi Covid-19 bukan untuk disimpan sebagai cadangan untuk memberi rasa aman. Selain itu, pembelian maupun penyimpanan obat terapi Covid-19 dalam jumlah besar pun hanya akan membahayakan masyarakat yang sangat membutuhkan.

Sebelumnya, kelangkaan obat-obatan terapi Covid-19 terjadi akibat melonjaknya kasus positif virus korona beberapa waktu terakhir. Hal itu juga diperparah dengan adanya aksi pembelian secara panik (panic buying) yang dilakukan masyarakat.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending