Luhut Klaim Keterisian RS Turun setelah PPKM Darurat

Pemerintah mengklaim penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mampu menurunkan tingkat keterisian rumah sakit di sejumlah daerah.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 22 Jul 2021 10:37 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Luhut Klaim Keterisian RS Turun setelah PPKM Darurat

Ilustrasi penerapan PPKM di daerah.

KBR, Jakarta- Pemerintah mengklaim penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mampu menurunkan tingkat keterisian rumah sakit di sejumlah daerah.

Menurut Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan, penurunan penyebaran virus varian Delta ini akan terlihat setelah 2 hingga 3 minggu pembatasan.

Dia mengklaim, terjadi perbaikan dari aspek keterisian rumah sakit, pergerakan masyarakat, hingga penurunan kasus.

"Kita lihat tadi data-data yang dilaporkan para gubernur dan kita juga melihatkan, menunjukkan perbaikan. Misalnya BOR banyak yang sudah mulai turun. Dan seperti DKI sekarang juga menunjukkan perbaikan. Jawa Barat misalnya sekarang di bawah 80 persen, 70 persen. Nah, ini saya kira hal yang bagus," kata Luhut dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021) malam.

Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan juga mengklaim, sudah ada beberapa kabupaten/kota yang membaik dan masuk ke level 2. Kategori level dua antara lain terdapat 20-50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, dan 1-2 orang meninggal per 100 ribu penduduk di daerah itu.

Namun, dia tak ingin buru-buru melonggarkan, setidaknya hingga lima hari ke depan atau sampai PPKM Level 4 berakhir. Luhut memperingatkan kepala daerah untuk terus waspada, meski sejumlah daerah menunjukkan tren perbaikan.

"Tapi kita tetap waspada mengenai hal ini (penyebaran varian delta)," tambahnya.

Pemerintah menerapkan PPKM Level 4 di Jawa-Bali, dan 15 daerah di luar Jawa, sebagai tindak lanjut dari habisnya masa PPKM Darurat yang berakhir pada 20 Juli lalu. Level 4 merupakan tingkatan pembatasan tertinggi. 

Daerah yang masuk kategori level 4 antara lain ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk di wilayah tersebut. Bentuk pembatasannya antara lain proses belajar mengajar sepenuhnya dilakukan secara daring.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10