Hari Anak Nasional, Presiden Sampaikan Alasan Belum Buka Belajar Tatap Muka

"Nanti menunggu saat situasi Pandemi virus korona ini sudah baik, kita akan buka belajar tatap muka."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 23 Jul 2021 14:04 WIB

Author

Dwi Reinjani

Hari Anak Nasional, Presiden Sampaikan Alasan Belum Buka Belajar Tatap Muka

Presiden Joko Widodo berdialog secara daring dengan sejumlah anak-anak saat peringati Hari Anak Nasional, 23/7/2021. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Memperingati Hari Anak Nasional 2021, Presiden Joko Widodo melakukan bincang virtual dengan siswa-siswi SD Sudimara, Cilongok, Banyumas. Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan mengenai alasan mengapa sekolah tatap muka belum dibuka.

"Anak-anakku semuanya sebetulnya kan kita rencananya di bulan Juli akan dibuka sekolah Tatap muka lagi. Tetapi karena pandemi virus korona naik lagi, sehingga rencana itu dibatalkan. Nanti menunggu saat situasi Pandemi virus korona ini sudah baik, kita akan buka belajar tatap muka," ujar Presiden (23/7/2021).

Joko Widodo juga meminta anak-anak bersabar dan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik, walau secara daring. Presiden juga meminta anak-anak menaati protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, serta mengingatkan orang disekitarnya menaati hal tersebut.

Sementara itu para siswa mengatakan ingin mendapat vaksin agar bisa sekolah tatap muka, lantaran selama ini kerap mengalami kendala.

Pemberian Remisi untuk 1.020 Anak

Sementara itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi pada 1.020 anak yang berhadapan dengan hukum. Remisi tersebut diberikan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2021.

"Bagaimanapun mereka adalah masa depan bangsa yang harus dilindungi," kata Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga seperti dilansir dari Antara, Jumat (23/7/2021).

Reynhard mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 1.001 anak mendapatkan remisi anak nasional kategori I dan 19 anak mendapatkan remisi anak nasional II atau langsung bebas.

Kemudian, dari 1.001 anak penerima remisi I, sebanyak 751 anak mendapatkan remisi 1 bulan, 129 anak mendapat remisi dua bulan. Lalu 116 anak menerima remisi tiga bulan, dan lima anak memperoleh remisi lima bulan.

Sementara dari 19 anak penerima remisi anak nasional II, 16 anak di antaranya mendapatkan remisi satu bulan dan tiga anak mendapat remisi tiga bulan. Adapun penerima remisi tersebut tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.

Jika dirincikan tahun ini, Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan dan Jawa Barat menyumbang penerima remisi anak terbanyak, yakni 70 anak per wilayah.

Sedangkan Kanwil Kemenkumham Riau dan Jawa Timur masing-masing sebanyak 66 anak serta Kanwil Kemenkumham Lampung 65 anak.

Reynhard mengatakan, meskipun kemerdekaan anak-anak tersebut terbatas karena harus mengikuti pembinaan di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Ia juga menegaskan remisi merupakan bentuk apresiasi serta wujud nyata kehadiran negara dalam mengedepankan masa depan anak.

Adapun saat ini terdapat 1.864 anak yang tersebar di berbagai LPKA, lembaga pemasyarakatan, dan rumah tahanan negara di seluruh Indonesia.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?