Pertemuan Sempat Ricuh, Ini Sikap Relawan Prabowo-Sandi

"Kami ingin Prabowo-Sandi komitmen atas ucapan dan perjuangannya selama ini. Tidak main-main, banyak yang meninggal. Apakah ini mau dijadikan tumbal politik? "

BERITA | NASIONAL

Rabu, 03 Jul 2019 11:19 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Pertemuan Sempat Ricuh, Ini Sikap Relawan Prabowo-Sandi

Relawan Prabowo menyampaikan pernyataan sikap jadi oposisi pascaputusan MK di hotel D, Jakarta Selatan, Selasa (02/07). (Foto: KBR/Wahyu S.)

KBR, Jakarta- Sejumlah relawan meminta agar Prabowo Subianto tetap menjadi oposisi di pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Permintaan itu ditegaskan puluhan pendukung Prabowo usai ricuh acara Pernyataan Sikap dan Konsolidasi Relawan Prabowo-Sandi Pasca Putusan MK di Jakarta.

Alfakir Gusali, salah seorang relawan dari Yogyakarta, berharap Prabowo konsisten menolak tawaran jabatan apapun dari Jokowi.

"Jangan melukai relawan masyarakat yang sudah berjuang buat mereka selama ini. Dan jangan harap, kami memohon khususnya Bapak Prabowo tidak menerima kursi menteri, iming-iming apapun karena ini tidak menyatakan suatu bentuk (sikap) relawan," kata Gusali di D Hotel, Jakarta Selata, Selasa (2/7/2019).

Salah seorang relawan, Alfakir Gusali, berharap Prabowo mendengarkan suara pendukungnya yang berada di akar rumput. Ia mengecam adanya praktik lobi-lobi politik di kalangan elit yang mengarahkan Prabowo bergabung ke kubu Jokowi.

Relawan lain yang hadir, Florenitia, dari Jakarta, menegaskan dirinya bersama emak-emak lain tetap mendukung Prabowo-Sandi untuk terus mengkritisi pemerintah.

Sebelumnya acara bertajuk Pernyataan Sikap dan Konsolidasi Relawan Prabowo-Sandi Pasca Putusan MK di D Hotel, Jakarta Selatan, berakhir ricuh. Kericuhan terjadi karena para relawan yang hadir menolak isi pernyataan sikap yang menyatakan memberi selamat kepada Jokowi-Maruf.

Salah satu relawan, Alfakir Gusali, mengatakan,  sejak awal sudah menaruh curiga karena acara terkesan digelar mendadak tanpa kejelasan siapa penanggungjawabnya. Terlebih dirinya bersama relawan lain tidak diajak berunding dalam pembuatan pernyataan sikap tersebut.

"Ternyata pernyataan sikap ini adalah bentuk yang di mana tidak sesuai dengan keinginan kami. Pertama kami ingin Prabowo-Sandi komitmen atas ucapan dan perjuangannya selama ini. Tidak main-main, banyak yang meninggal. Apakah ini mau dijadikan tumbal politik? Saya pengin kalau kita sikap siap untuk legowo dengan adanya Maruf Amin dan Jokowi menjadi Presiden, tetapi pantang bagi kami untuk bersyukur di atas kecurangan kezaliman yang ada," ujar Gusali.

Sementara salah satu panitia, Anhar, mengaku tidak mengetahui inisiator pembuat pernyataan sikap itu. Ia berkilah, harusnya pernyataan sikap disimpulkan dari dialog yang disampaikan beberapa pembicara yang hadir yaitu Rizal Kobar dan Slamet Rujito.

Kericuhan mereda usai salah satu anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Guntur tiba untuk memediasi.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun