Pabrik Kereta Api Terbesar se-ASEAN Ditargetkan Selesai Tahun depan

Pesanan kereta yang sudah masuk di antaranya dari Laos dan Filipina.

, BERITA , NUSANTARA , KABAR BISNIS

Kamis, 18 Jul 2019 06:27 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Pabrik Kereta Api Terbesar se-ASEAN Ditargetkan Selesai Tahun depan

Menteri BUMN Rini Soemarno. (Foto: setkab.go.id)

KBR, Banyuwangi- Pabrik kereta api baru milik PT Industri Kereta Api (INKA) di Banyuwangi, Jawa Timur, ditargetkan sudah mulai beroperasi tahun depan. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, pabrik kereta api yang baru itu memang harus segera beroperasi, lantaran pesanan kereta produksinya, bahkan sudah berdatangan dari sejumlah negara. Untuk memenuhi permintaan pesanan itu, pabrik kereta api milik PT INKA yang berlokasi di Madiun, Jawa Timur justru sudah kelebihan kapasitas untuk mengerjakan atau memproduksi pesanan kereta tersebut.

Rini mengklaim, pesanan kereta api yang sudah berdatangan, antara lain berasal dari Laos dan Filipina. Sedangkan untuk target pemesanan selanjutnya yaitu dari Madagaskar dan beberapa negara lainnya termasuk Australia. 

Rini berharap dengan beroperasinya pabrik kereta baru milik PT INKA, akan semakin banyak lagi kereta produksi BUMN itu yang diekspor ke mancanegara.

“Di sini (Banyuwangi - red) nantinya ada test track yang sepanjang empat kilometer, sehingga kalau kita membangun kereta, membangun lokomotif, kita selalu bisa testing. Itu memang pabrik-pabrik kereta di dunia yang besar-besar harus memiliki itu karena itu kita mencari lahan yang lebih besar. Dan alhamdulillah memang ini harus cepat kita lakukan karena ordernya untuk PT INKA untuk gerbong kereta, dan juga lokomotif itu semakin banyak, (sehingga pabrik yang) di Madiun itu sudah semakin padat,” kata Rini Soemarno, Rabu (17/7/2019) di Banyuwangi.

Menteri BUMN menambahkan, pabrik kereta api baru yang dibangun di Banyuwangi merupakan pabrik kereta terbesar di ASEAN. Di pabrik kereta yang baru itu, PT INKA juga akan berkolaborasi dengan Stadler Rail Group dari Swiss yang membawa teknologi terbaru untuk membangun kereta listrik.

Pabrik kereta baru itu dibangun di atas lahan seluas 82 hektare yang dilengkapi museum kereta api. Pabrik itu juga dilengkapi fasilitas jalur tes sepanjang empat kilometer. Fasilitas ini digunakan untuk menguji gerbong atau lokomotif yang selesai dibuat. Hingga saat ini, pembangunan pabrik kereta baru mencapai 20 persen.


Editor: Fadli Gaper

Attachments area

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945