Lengser Wapres, Jusuf Kalla Siap Bisnis Otomotif Lagi

"Saya sangat gembira tiga bulan lagi saya sudah akan meletakan jabatan berarti kembali ke dunia yang lama."

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 19 Jul 2019 06:06 WIB

Author

Dwi Reinjani

Lengser Wapres, Jusuf Kalla Siap Bisnis Otomotif Lagi

Ilustrasi industri otomotif. (Foto: bsn.go.id)

KBR, Jakarta- Setelah lengser dari jabatannya sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyebut dirinya akan kembali menggeluti dunia bisnis. Salah satu industri yang akan ia kembangkan yaitu otomotif.

Kalla mengklaim, begitu mengenal industri otomotif karena sejak 50 tahun lalu sudah menggelutinya.

“Seperti saya katakan tadi, saya sangat gembira tiga bulan lagi saya sudah akan meletakkan jabatan berarti kembali ke dunia yang lama. Termasuk mengamati industri kendaraan ini, atau mungkin ikut serta bagaimana mendukung industri kendaraan ini berkembang, sebagaimana pengalaman masa lalu sampai saat ini. Itu yang paling penting bagi kita semua, bahwa salah satu kemajuan negara juga diukur dari perkembangan daripada industri kendaraan ini,” ujar Wapres Jusuf Kalla di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (18/7/2019).

Kalla berharap, dengan kembali menggeluti dunia bisnis khususnya otomotif, harapannya bisa melakukan sinergi demi kemajuan ekonomi Indonesia. Kalla berkelakar, indikator suatu negara memiliki ekonomi berkembang bisa dilihat dari tingkat kemacetan. Jika kemacetan terjadi maka daya beli kendaraan bermotor masyarakat meningkat. 

Untuk itu Kalla mengingatkan, perkembangan dunia otomotif juga harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur. Alasannya, ia paham betul betapa dampak kemacetan lalu-lintas itu sangat buruk bagi masyarakat perkotaan. Makanya, Kalla juga meminta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dapat bekerja sama mencari solusi terbaik bagaimana industri otomotif tetap berkembang namun masalah lalu-lintas dapat terpenuhi.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun