Kapolri: Sosok Jusuf Kalla Tokoh Perdamaian Indonesia

"Aceh setelah bertahun-tahun dengan upaya-upaya kekerasan dilakukan, tapi akhirnya bisa selesai dengan cara-cara damai. Dan salah satu tokoh dibalik perdamaian itu adalah Jusuf Kalla."

BERITA | NASIONAL

Senin, 15 Jul 2019 19:41 WIB

Author

Dwi Reinjani

Kapolri: Sosok Jusuf Kalla Tokoh Perdamaian Indonesia

Wakil Presiden Jusuf Kalla disebut sebagai Tokoh Perdamaian Indonesia oleh Kapolri Tito Karnavian. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Kapolri Tito Karnavian menyebut sosok Wakil Presiden Jusuf Kalla, sebagai Tokoh Perdamaian Indonesia. Sebutan itu, kata Tito, pantas disematkan ke JK, karena merupakan salah satu tokoh di balik perdamaian sejumlah konflik di tanah air. Sebut saja, konflik bersenjata Aceh, konflik bernuansa SARA Ambon, dan Poso. 

Konflik-konflik itu sudah berlangsung cukup lama, dan selalu menciptakan pertumpahan darah, tetapi JK mampu memperlihatkan kepiawaiannya, dalam menyelesaikan konflik-konflik tersebut, dengan mengutamakan jalan damai, dan bukan menempuh cara-cara kekerasan. 

“Dalam perdamaian dan konflik, kita tahu bahwa Indonesia, pernah mengalami pelajaran pahit, pengalaman pahit, ribuan anak bangsa meninggal dalam konflik di Aceh, kemudian konflik di Ambon, konflik di Poso. Aceh setelah bertahun-tahun dengan upaya-upaya kekerasan dilakukan, tapi akhirnya bisa selesai dengan cara-cara damai. Dan salah satu tokoh dibalik perdamaian itu adalah beliau, Bapak Mohammad Jusuf Kalla,” ujar Kapolri Tito Karnavian saat memberi arahan kepada sekitar 700-an perwira remaja TNI-Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Senin (15/7/2019).

Tito mengungkapkan selain konflik di Aceh, konflik sektoral dan agama yang terjadi di Ambon dan Poso, terbukti dapat diselesaikan JK, dengan melakukan sejumlah pekerjaan yang tidak sederhana, dan menghindari cara-cara kekerasan. Sebut saja misalnya, dengan menciptakan Perjanjian Malino, di Sulawesi Selatan, yang dapat terwujud, juga atas peran serta dan keaktifan JK.

 Saat itu, tutur Tito, JK menginisiasi seluruh tokoh dari lintas agama, baik Kristen maupun Muslim, untuk berkumpul dan membicarakan kemajuan bersama atas dasar perdamaian antarsesama. Langkah awal negosiasi yang dilakukan JK adalah, dengan membangun Sekolah Al-Kitab di Tentena, Sulawesi Tengah, dan Pondok Pesantren di Poso Pesisir, dalam rangka mencegah paham radikalisme terus dan semakin menyebar. 

Lebih lanjut Tito mengatakan, kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan seluruh prestasinya menyelesaikan kehadapan para perwira remaja, di hadapan seluruh perwira remaja TNI dan Polri, sangat diharapkan mampu menjadi contoh, tentang bagaimana menyelesikan berbagai konflik yang ada di Indonesia, tanpa menggunakan cara-cara kekerasan. 

Hal itu penting, kata Tito, karena personil TNI dan Polri, selalu dianggap mendahulukan penggunaan "otot" dibandingkan "otak" dan "hati", sehingga jikalau terjadi konflik, maka sangat sulit melakukan penyelesaian atau peredaman, secara damai, atau nirkekerasan.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun