Bagi-bagi Kursi di Kabinet, JK: Wajar

“Politik itu pada umumnya adalah bagaimana mencapai tujuan dengan mempunyai kekuasaan, itu rumusan politik di manapun terjadi,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 17 Jul 2019 09:26 WIB

Author

Dwi Reinjani

Bagi-bagi Kursi   di Kabinet, JK: Wajar

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: ANTARA)

KBR,Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai wajar, adanya aktifitas bagi-bagi jatah kursi dalam struktur pembentukan kabinet. Dia beralasan banyak hal yang telah dilakukan oleh  partai politik untuk memenangkan calon presiden yang mereka dukung.

“Politik itu pada umumnya adalah, bagaimana mencapai tujuan dengan mempunyai kekuasaan, itu rumusan politik di manapun terjadi. Jadi memang, tujuannya dia ikut pemilu apalah capek-capek berkampanye memang itu untuk apa. Jadi pada ujungnya tidak mendapat kursi, ya dia tidak mencapai tujuannya. Karena itu wajar-wajar saja partai itu mencoba untuk mendapatkan kursi pemerintah kabinet yang baik,” ujar jusuf Kalla di kantornya, Selasa (16/7/2019).

Menurut Kalla lagi, dalam kabinet baru Jokowi nanti, penempatan siapa-siapa saja yang duduk bersama dalam pemerintahannya, harus dilandasi dengan semangat keadilan. Artinya, semisal partai pemenang suara terbanyak, demi keadilan maka mendapat posisi yang baik dan memadai. Sisanya, tentu diserahkan kepada Presiden untuk menempatkan jatah-jatah partai politik yang sewajarnya dalam pemerintahan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga sempat menanggapi pertanyaan terkait bagi-bagi jabatan dari kalangan partai politik. Namun, Jokowi saat itu hanya menanggapi dengan santai, dan mengatakan sah-sah saja Parpol meminta jatah kursi, sekalipun nantinya akan tetap ditentukan melalui mekanisme yang ada.

Ketika itu, saat berbicara dalam satu forum di Jakarta Convention Center pada Jumat (12/7/2019), Presiden Jokowi sempat membocorkan komposisi Kabinet Indonesia Kerja (KIK) periode 2024-2029. Jokowi merencanakan, komposisi antara kader partai politik dan kalangan profesional yaitu antara 50:50 atau 60:40. Namun, Jokowi tidak merinci, porsi mayoritas itu nantinya akan diberikan untuk kader partai politik atau  justru bagi kalangan profesional. 

Jokowi juga menilai wajar, jika partai-partai politik yang mengusungnya pada Pilpres 2019 mulai meminta jatah kursi.

"Ya enggak apa-apa, mau minta sepuluh, mau minta sebelas, mau minta sembilan. Kan enggak apa-apa. Wong minta saja. (Komposisinya akan seperti apa?) Ya kira-kira 60:40 atau 50:50. Kira-kira itu. (Kapan diumumkan?) Secepatnya," kata Jokowi.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun