Share This

Jokowi Kumpulkan Sekjen Partai Koalisi Malam Ini

Presiden Jokowi berencana membahas persiapan Pilpres 2019 bersama sekjen partai-partai koalisi, di Istana Bogor, Selasa (31/7/2018) malam.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 31 Jul 2018 13:34 WIB

Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Pihak Istana membenarkan rencana pertemuan Presiden Joko Widodo dengan enam sekretaris jenderal partai yang mengusungnya kembali pada Pilpres 2019. Temu antara peresiden dengan Sekjen partai koalisi itu rencananya berlangsung di Istana Bogor pukul 19.00 WIB.

"Ya ketemuan, dengan ketum-ketum partai kan sudah, terus nanti dengan sekjen-sekjen," jawab Mensesneg Pratikno saat ditanya wartawan di kantornya, Selasa (31/7/2018).

Namun begitu kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, tak ada yang istimewa dari pertemuan tersebut. Ia menuturkan, perbincangan itu hanya seputar pembahasan Pilpres 2019 secara umum. Dan menurutnya, takkan sampai menyinggung soal calon wakil presiden yang bakal mendampingi Jokowi.

"Enggak ada yang istimewa lah. Ya kan sudah bergabung bersama. Enggak ada yang serius, yang dibahas. Seperti ketum-ketum juga enggak ada yang serius dibahas."

Pratikno mengatakan, sekjen partai pengusung Jokowi yang akan hadir dalam pertemuan malam nanti antara lain dari PDI Perjuangan, Golkar, PKB, PPP, Hanura, dan Nasdem. Ia berkata, nama cawapres pendamping Jokowi baru akan muncul di antara waktu pendaftaran capres-cawapres ke KPU yakni antara 4 hingga 10 Agustus 2018.

Baca juga:

Ia pun mengaku tak bisa memperkirakan bakal ada agenda deklarasi pencalonan Jokowi dan calonnya sebelum pendaftaran ke KPU, atau tidak. Pratikno kembali meminta publik menunggu pilihan pasangan Jokowi untuk menghadapi Pilpres 2019.

Meski begitu, Pratikno enggan berkomentar soal sikap Jokowi yang disebut terkesan mengulur waktu mengumumkan pasangan calonnya. Seolah menunggu deklarasi pencalonan dari lawan politiknya. Begitu pula soal Partai Demokrat yang resmi bergabung dengan Partai Gerindra pada Pilpres 2019. "Enggak ada tanggapan," kata Pratikno singkat.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.