Bagikan:

WNI Diculik, Panglima Desak Filipina Izinkan TNI Masuk

"Ini sudah keterlaluan. Bayangkan saja para penculik itu memilih orang Indonesia dari sekian banyak penumpang kapal tersebut. Ini ada apa kelompok ini sama Indonesia?"

BERITA | NASIONAL

Senin, 11 Jul 2016 12:48 WIB

WNI Diculik, Panglima Desak Filipina Izinkan TNI Masuk

Ilustrasi: WNI usai dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gatot Nurmantyo mendesak pemerintah Filipina mengizinkan pasukannya untuk memasuki wilayah perairannya. TNI  siap melakukan apapun untuk menyelamatkan warga negara Indonesia yang disandera di kawasan itu.

Termasuk kata dia melakukan operasi militer di wilayah perairan tersebut.

"Ini sudah keterlaluan. Bayangkan saja para penculik itu memilih orang Indonesia dari sekian banyak penumpang kapal tersebut. Ini ada apa kelompok ini sama Indonesia?" Ujar  Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Gatot Nurmantyo  kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/07).

Dia juga mendesak Pemerintah FIlipina untuk segera bertindak terkait masalah tersebut apabila menginginkan pasokan batubara ke negara tersebut tetap lancar. Dia juga meminta kepada perusahaan yang mempekerjakan 3 orang WNI tersebut untuk bertanggung jawab terkait peristiwa penyanderaan tersebut.

"Mereka harus tegas kalau mereka mau listriknya tetap nyala. Karena kan kita sudah lakukan moratorium batubara dan 60 persen lebih pasokan batubara mereka kan dari kita. Lalu 3 orang WNI ini kan karyawan perusahaan Malaysia, jadi mereka harus bertanggung jawab juga. Kita tunggu apa upaya mereka," ujarnya.

Dia menegaskan, terkait masalah ini, TNI tidak perlu lagi melakukan latihan bersama. Pasalnya kata dia, anak buahnya sudah sangat terlatih. Yang dia harapkan setidaknya, pemerintah Filipina mengizinkan anak buahnya ikut di Kapal Patroli Filipina dalam melakukan pencarian apabila izin memasuki wilayah perairan belum bisa diberikan.

Penyanderaan terhadap tiga WNI beredar pada Sabtu 9 Juli lalu. Kantor Berita Star One menuliskan, lima pria yang menculik tiga warga Indonesia di perairan Lahad Datu pada Sabtu malam dengan menggunakan senapan hingga peluncur granat. Kelompok Abu Sayyaf diduga sebagai pelaku penculikan ini.

Kepolisian setempat, Abdul Rashid mengatakan penculikan terjadi sekitar 3,5 mil laut dari pantai Kampung Sinakut pada pukul 11.40 malam waktu setempat. Kelima penculik yang menaiki speed boat mendekati kapal penangkap ikan berisi tujuh orang dan kemudian menculik tiga WNI.

Rashid mengatakan, lima pria bersenjata itu menculik tiga WNI, namun melepaskan empat penumpang kapal lainnya. Empat orang itu terdiri dari satu WNI dan tiga warga Malaysia etnis Bajau Laut.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Kiprah dan Harapan Satu Abad NU

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11