Vaksin Palsu, Ini 5 Wilayah Penyebaran

"Berdasarkan hasil pemeriksaan kami di balai-balai besar yang ada 5 wilayah yang diketemukan vaksin palsu, yaitu Serang, DKI Jakarta, Pekan Baru, Palembang dan Bengkulu"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 26 Jul 2016 14:33 WIB

Author

Ninik Yuniati

Vaksin Palsu,  Ini 5 Wilayah Penyebaran

Ilustrasi: Daftar rumah sakit penerima vaksin palsu. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan vaksin palsu beredar di 6 provinsi di Jawa dan Sumatera. Hal ini dinyatakan Kepala BPOM Penny Lukito seusai rapat koordinasi penanganan vaksin palsu di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan hari ini.

Kata dia, BPOM masih menelusuri sumber peredaran vaksin tersebut. Dari pihak BPOM maupun kepolisian, belum diperoleh informasi tentang daftar rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memakai vaksin palsu di luar wilayah Jakarta dan Bekasi.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan kami di balai-balai besar yang ada 5 wilayah yang diketemukan vaksin palsu, yaitu Serang, DKI Jakarta, Pekan Baru, Palembang dan Bengkulu, dan kami terus juga melakukan upaya untuk menelusuri sumber dari vaksin palsu tersebut," kata Penny di kantor Kemenko PMK, Selasa (26/7/2016).

Sementara, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menjamin, korban vaksin palsu di luar Jakarta dan Bekasi bisa mendapat imunisasi ulang. Ia meminta kepada orang tua untuk melaporkan kepada Kementerian Kesehatan dan kepolisian.

"Yang merasa anaknya pada periode tahun 2003-saat ini mendapatkan vaksin palsu, bukan hanya di Jakarta Timur atau Bekasi, silakan melapor kepada kementerian kesehatan, kepada penegak hukum, pihak polisi untuk dilakukan penyidikan dan penyelidikan," kata Puan. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17