Vaksin Palsu, Asosiasi Rumah Sakit: Itu Oknum

"Saya yakin dari rumah sakit itu tidak ada niatan secara kolektif untuk pengadaan vaksin palsu. Yang mungkin kalapun ada, itu oknum."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 15 Jul 2016 22:22 WIB

Author

Ria Apriyani

Vaksin Palsu,  Asosiasi Rumah Sakit: Itu Oknum

Tim dokter Rumah Sakit Harapan Bunda menyampaikan keterangan kepada puluhan warga yang anaknya diduga menjadi korban vaksin palsu dari rumah sakit tersebut di Jakarta Timur, Jumat (15/7). (Foto: Antar

KBR, Jakarta- Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia(ARSSI) meyakini pembelian vaksin yang dilakukan oleh rumah sakit bukan kebijakan manajemen.  Sekretaris Jenderal ARSSI, Ichsan Hanafi, mengatakan pembelian  vaksin palsu adalah  ulah oknum.

"Kita hormati proses (hukum) yang berjalan. Saya yakin dari rumah sakit itu tidak ada niatan secara kolektif untuk pengadaan vaksin palsu. Yang mungkin kalapun ada, itu oknum. Bisa oknum perorangan yang ada di rumah sakit," kata Ichsan, Jumat(15/7).

Badan Reserse Kriminal menetapkan 14 rumah sakit dan 8 bidan di kawasan Jabodetabek sebagai pengguna vaksin palsu. Temuan Bareskrim, pembelian vaksin palsu di 14 rumah sakit itu mendapatkan persetujuan direktur masing-masing. Namun menurut Ichsan tetap tidak bisa dipastikan adanya keterlibatan manajemen.

"Sebetulnya mungkin distribusinya resmi ya. Mungkin ada izinnya segala. Direktur itu kita tidak tahu sampai detail bahwa itu palsu atau tidak. Mungkin saat itu memang langka, ada distributor menawari."

Ichsan memastikan pengadaan obat dan vaksin di rumah sakit swasta biasanya diawasi oleh Dinas Kesehatan. Namun termin pengawasannya tergantung pada dinas. Dia juga mengakui tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas pengolah limbat (incinerator). Kata dia, biasanya rumah sakit menggunakan jasa pihak ketiga.

Terkait nasib keempat belas rumah sakit itu, Ichsan mengatakan ARSSI masih tetap mendukung agar rumah sakit itu bisa beroperasi lebih baik ke depannya. Dia mengatakan ARSSI akan membina keempatbelas rumah sakit tersebut jika nantinya sudah ada keputusan hukum yang pasti. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Filipina Memperingatkan Warga Siaga Karena Gunung Taal Berpotensi Meletus Lagi