Reklamasi Teluk Benoa, Ini Alasan Susi Perpanjang Izin Lokasi

“Izin lokasi di sini adalah mutlak konsekuensi Perpres Sarbagita tersebut yang mengubah peruntukan wilayah konservasi menjadi wilayah pemanfaatan umum."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 26 Jul 2016 19:03 WIB

Author

Ninik Yuniati

Reklamasi Teluk Benoa, Ini Alasan Susi Perpanjang Izin Lokasi

Ilustrasi: Ribuan orang demo menolak reklamasi teluk benoa. (Sumber: Antara)



KBR, Jakarta– Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan tidak bisa menolak permohonan perpanjangan izin lokasi terkait reklamasi Teluk Benoa. Susi beralasan, izin lokasi hanya merupakan konsekuensi dari Peraturan Presiden (Perpres) nomor 51 tahun 2014 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita).

Susi menegaskan izin lokasi tidak sama dengan izin pelaksanaan reklamasi, melainkan sebagai syarat untuk membuat analisis dampak lingkungan (amdal). Izin reklamasi akan dikeluarkan setelah amdal diterbitkan.

“Izin lokasi di sini adalah mutlak konsekuensi Perpres Sarbagita tersebut yang mengubah peruntukan wilayah konservasi menjadi wilayah pemanfaatan umum. Jadi dari situ jelas, dan ributnya itu luar biasa, padahal kan belum apa-apa, mereka masih harus bikin amdal. Selesai amdal, kalau amdalnya oke, semua oke, baru kita terbitkan izin pelaksanaannya, jadi izin pelaksanaan masih jauh,” kata Susi di kantor KKP, Selasa (26/7/2016).

Susi menambahkan, masyarakat bisa mengajukan protes atau penolakan selama proses penerbitan amdal. Kata dia, proyek reklamasi bisa ditunda atas dasar pertimbangan tersebut.

“Amdal ini bisa memasukkan keberatan masyarakat sebagai dasar untuk membuat pertimbangan, misalnya sampai selesainya perselisihan dan ketidaksetujuan antarstakeholder itu dipostphone dulu, itu bisa, tapi kalau izin lokasi tidak bisa,” ujar dia.

Susi mengaku gerah lantaran selalu dikaitkan dengan proyek reklamasi Teluk Benoa. Ia membantah tudingan menerima komisi  untuk meloloskan proyek tersebut.

“Tidak ada karena kawan, kenal baik, komisi, uang, itu sangat tidak betu. Itu fitnah tidak punya dasar, dirjen-dirjen saya, saya yakin tidak bermain-main dengan hal-hal seperti itu,” tuturnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit