Orang Tua Pasien RSIA Mutiara Bunda Akan Datangi BPOM

Orang tua masih belum percaya dengan pengakuan RSIA Mutiara Bunda yang menyatakan tidak memakai vaksin palsu.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 17 Jul 2016 20:04 WIB

Author

Wydia Angga

Orang Tua Pasien RSIA Mutiara Bunda Akan Datangi BPOM

Ilustrasi vaksin. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Besok, Senin (18/7/2016) Perhimpunan orang tua pasien anak-anak Rumah Sakit Ibu dan Anak Mutiara Bunda di Ciledug, Tangerang akan mendatangi Balai POM Tangerang dan Pusat serta Dinas Kesehatan setempat. Kedatangan tersebut untuk mengonfirmasi kebenaran penggunaan vaksin palsu di rumah sakit itu. Salah satu orang tua, Denny mengatakan, pihaknya masih belum percaya dengan pengakuan rumah sakit tersebut yang menyatakan tidak memakai vaksin palsu.

"Rencana kami, di hari Senin jam 12 siang kami akan mendatangi Balai POM kota Tanggerang dan Dinas Kesehatan terkait untuk meminta bukti atau pernyataan resmi yang menyatakan RS Ibu dan Anak Mutiara Bunda terbukti atau tidak menggunakan vaksin palsu. Dan bila kedua institusi atau pihak terkait dengan kesehatan di Tanggerang positif, kita akan mengacu kembali ke pernyataan yang dibuat Dokter Toniman yang artinya beliau bersedia dituntut hukum dan beliau bersedia untuk menjalani proses ganti rugi," papar Denny kepada KBR (17/7/2016).

Denny menambahkan, akan menuntut pihak rumah sakit kepada pihak berwajib jika nantinya direktur rumah sakit tersebut terbukti mengetahui penggunaan vaksin palsu serta mengimunisasikannya pada anak mereka.

Hal tersebut kata dia sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh dokter Toniman. Surat pernyataan yang juga dipegang oleh Kapolsek Cileduk itu, katanya telah difotokopi dan diberikan kepada 60an lebih orang tua. Selain itu, para orang tua itu kemudian akan menuntut pihak rumah sakit untuk melakukan medical check up kepada anak-anak mereka  di intalalasi kesehatan lainnya selain di RS Mutiara Bunda. Denny juga menginginkan supaya anak-anak mereka mendapat asuransi untuk menjamin dampak dari tidak diterimanya imunisasi sesuai seharusnya.

Denny memiliki dua orang anak perempuan berusia 12 dan 11 tahun yang telah menerima vaksinasi di RS Mutiara bunda pada periode 2005 hingga 2009.

"Ada juga yang saya mau tuntut, saya juga ingin tahu tuh, yang diimunisasikan apa, yang palsu itu terbuat dari kandungan apa, efeknya apa, dan saya minta uji lab. jadi tidak sebatras on statement ini tidak apa-apa isinya NHCL hepatitis B, saya tidak mau seperti itu. saya pengin ada hasil uji lab-nya," pungkasnya

Baca juga :

Jumat lalu (15/7/2016) Denny mengaku mendapat sanggahan dari pihak Rumah Sakit atas penggunaan vaksin palsu. Selain itu, kata Denny, mereka menerima surat pernyataan bahwa RS Mutiara Bunda tidak menggunakan vaksin palsu yang telah ditanda tangani dokter Toniman selaku direktur rumah sakit. Dan bila ditemukan fakta atau bukti RS Mutiara Bunda itu menggunakan vaksin Palsu, Menurut Denny, tertera dalam surat itu bahwa sang direktur bersedia dituntut secara hukum pidana serta dituntut ganti rugi atas kelalaian yang dia lakukan.

Kamis lalu (14/7/2016) Pemerintah mengumumkan sebagian daftar rumah sakit dan bidan yang menggunakan vaksin palsu. Data tersebut berdasarkan deretan rumah sakit dan bidan yang sudah diidentifikasi oleh Badan Reserse Kriminal.

Berikut adalah daftar rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu:
1. RS Dr. Sander di Cikarang
2. RS Bhakti Husada di seberang Terminal Cikarang
3. RS Sentral Medika di Jalan Industri Pasar Gembong
4. RSIA Puspa Husada
5. RS Karya Medika Tambun
6. RS Kartika Husada JLMT di Bekasi
7. RS Sayang Bunda di Bekasi
8. RS Permata di Bekasi
9. RSIA Gizar do Colaramg
10. RS Harapan Bunda di Kramat Jati, Jakarta Timur
11. RS Elizabeth di Narogong, Bekasi
12. RS Hosana di Lippo Cikarang
13. RS Hosana Bekasi di Jalan Pramuka, Bekasi
14. RS Multazam, Bekasi

Sementara itu hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap 39 sampel menunjukkan ada 4 vaksin diketahui palsu. Dua di antaranya adalah vaksin tripacel yang diperuntukkan untuk DPT. Sampel vaksin tripacel itu diambil BPOM dari RSIA Mutiara Bunda Tangerang dan Klinik Tridaya Medica Bandung. Selain itu juga ada serum anti tetanus dari RS Bhineka Bhakti Husada Tangerang, dan vaksin pediacel dari Klinik Rahiem Farma. Pediacel adalah vaksin kombinasi untuk diphteri, tetanus, pertussis, polio, dan Hib(haemophillus influenza).

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka