Bagikan:

Mudik, Korlantas: 172 Orang Tewas Karena Kecelakaan

Data kecelakaan yang kami terima, 53 persen masih didominasi oleh saudara-saudara kita yang mudik menggunakan roda dua.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Jul 2016 21:36 WIB

Author

Dian Kurniati

Mudik, Korlantas: 172 Orang Tewas Karena Kecelakaan

Ilustrasi: Antrian pemudik motor di SPBU Gempol, Subang. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kors Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan 53 persen kecelakaan yang terjadi pada arus mudik sejak H-5 sampai H-2 Lebaran terjadi pada pengguna sepeda motor. Kepala Korlantas Agung Budi Maryoto mengatakan, total kecelakaan arus mudik sampai hari ini mencapai 856 kecelakaan. Kata dia, jumlah itu sudah menurun sekitar 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni 1.022 kecelakaan.

"Untuk yang menggunakan roda dua, berdasarkan data kecelakaan yang kami terima, 53 persen masih didominasi oleh saudara-saudara kita yang mudik menggunakan roda dua. Oleh karena itu untuk roda dua, kami sarankan berangkatnya pagi-pagi, dan kalau malam tidak usah mengendarai. Karena memang,selain soal penerangan, daya konsentrasi juga selama lima jam mengendarai akan lebih berkurang," kata Agung di kantornya, Selasa (05/07/16).

Agung merinci, penurunan korban tewas dalam kecelakaan arus mudik ini juga menurun, yakni sebanyak 172 orang, atau turun sekira 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 229 orang. Hal serupa juga terjadi pada korban luka berat dan luka ringan.

Agung mengatakan, pemudik, khususnya yang menggunakan sepeda motor memerlukan konsentrasi yang besar saat berkendara. Oleh karena itu, dia menyarankan agar pemudik segera beristirahat apabila merasa lelah. Paling tidak, kata dia, waktu maksimal berkendara adalah lima jam. Selain itu, Agung juga menyarankan pemudik memastikan kendaraannya prima saat digunakan, termasuk mengisi penuh tangki bahan bakar.

Agung berujar, pemudik sepeda motor juga bisa memilih banyak alternatif rute arus balik untuk mencegah kemacetan panjang. Alternatif selain jalur utara adalah jalur selatan dan tengah. Sehingga, kata Agung, pemudik bisa menggunakan rute Ciamis, Tasik, Garut, dan Nagrek. Selain itu, dia juga meminta pemudik segera menempuh perjalanan arus balik, tanpa menunggu hari Sabtu atau Minggu. Kata dia, puncak kemacetan arus balik diperkirakan Sabtu dan Minggu, sehingga pemudik bisa menghindari kedua hari itu untuk menempuh perjalanan.

Hari ini, Agung bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra, dan Juru bicara Pertamina Wianda Pusponegoro menggelar rapat koordinasi. Rapat itu untuk mengevaluasi arus mudik yang sudah berlangsung sejak pekan lalu dan persiapan arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu malam mendatang. 


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan