Mudik, Jonan: Angka Kecelakaan Turun

"Angka kecelakaan kalau H-6 sampai H1, kalau dibanding tahun lalu dari data Polisi jumlah meninggal dunia turun 25 persen. Kalau jumlah kecelakaan, turun 21 persen,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 07 Jul 2016 15:50 WIB

Author

Ria Apriyani

Mudik, Jonan: Angka Kecelakaan Turun

Petugas derek menarik mobil yang mengalami kecelakaan di jalur mudik alternatif ruas jalur tengah Jawa Tengah Desa Muntung, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (3/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan angka kecelakaan pada arus mudik tahun ini menurun dibanding  tahun lalu. Menurutnya, sejak 2014, tren jumlah korban cenderung menurun.

"Angka kecelakaan kalau H-6 sampai H1, kalau dibanding tahun lalu dari data Polisi jumlah meninggal dunia turun 25 persen. Kalau jumlah kecelakaan, turun 21 persen," kata Jonan usai mengunjungi Kantor Pusat Pengendali Kereta Api, Kamis(7/7/2016).

Data dari Posko Angkutan Mudik Nasional 2016 di Kementerian Perhubungan, angka kecelakaan sampai dengan kemarin mencapai 2.327 kasus. Sementara pada 2015, angka kecelakaan mencapai 3.049 kasus.

Tahun ini, jumlah korban meninggal mencapai 452 orang, 577 orang luka berat, sisanya mengalami luka ringan. Total kerugian materil akibat kecelakaan di angka 4,8 miliar.

Menurut Jonan, hal ini juga tidak bisa dilepaskan dari kerja petugas Kepolisian dalam mengatur lalu-lintas selama arus mudik. Selain itu juga,   tingkat kesadaran masyarakat terhadap keselamatan saat mudik lebih baik.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Arab Saudi Akan Gratiskan Vaksin Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Polemik TNI 'cawe-cawe' Copoti Baliho Rizieq Shihab

Kabar Baru Jam 8

Wagub DKI Ingatkan Sanksi Bagi Penolak Tes Covid-19 di Petamburan