Bagikan:

Menhan: TNI Harus Dilibatkan Bebaskan Sandera

Teknis pelaksanaannya, akan dibicarakan dalam pertemuan tiga negara; Indonesia, Malaysia dan Filipina

BERITA | NASIONAL

Kamis, 14 Jul 2016 19:31 WIB

Menhan: TNI Harus Dilibatkan Bebaskan Sandera

Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: kemenhan.go.id)

KBR, Jakarta- Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bakal membahas ikut sertanya Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembebasan warga Indonesia yang disandera Abu Sayyaf Filipina, dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Malaysia dan Filipina pekan depan. Kata dia, pertemuan itu nantinya juga membahas soal teknis pelaksanaannya.

"Untuk pengejaran di darat minggu depan kita sudah membahas yang di darat bagaimana. Kalau yang di laut kan sudah. Kemudian juga dengan Malaysia juga rada sama. Seperti sekarang kita lihat, kalau kita lihat Filipina turun dari timur ke barat, dekat dengan Malaysia perbatasan. Kita di mana? Kita di selatan. Kalau kita begini posisi nanti bagaimana kita bicarakan," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (07/14/2016).

Terkait keberadaan ke 10 orang sandera, posisinya sudah diketahui. Dia mengatakan, tujuh ABK kapal Charlie yang diculik akhir Juni lalu semula disandera di pegunungan utara Kepulauan Sulu, namun kini telah dipindahkan ke arah selatan di wilayah yang disebut Panadao, Filipina Selatan.

"Sebelumnya yang tujuh orang kan di Puluh Sulu, di utara, Tipikul. Kemudian ke selatan ke Panamau. Di Panamau itu empat di sana empat dipisah, selatan barat. Itu posisi sebelum yang di Kalimantan ditangkap. Kemudian ditangkap lagi yang tiga orang lagi itu masih kelompok  yang sama. Itu dibawa ke Pulau Sulu. Jadi tadinya empat, tujuh, karena tiga dikurang, ditambah lagi di sana, jadi tujuh lagi di sana," katanya.

Dia menambahkan, menurut laporan terakhir, puluhan anggota dari kelompok Abu Sayyaf tewas dan luka-luka setelah diserbu tentara Filipina dalam operasi pembebasan para sandera. Dalam operasi militer itu, dikerahkan 10 ribu tentara dengan persenjataan lengkap. Namun belum ada kabar apakah sandera berhasil dibebaskan atau tidak dari hasil penyerangan itu.

"Kondisi mereka di sana, kita lagi mantau operasi tentara Filipina. Tentara Filipina sejak minggu lalu koordinasi terus, akan mengerahkan pasukan besar hampir 10 ribu, kemudian ada meriam ada helikopter dan lain-lain. Hasilnya beberapa hari yang lalu ada 40 yang mati pemberontak, ada 37 luka-luka, sebagian ditangkap. Dan operasi akan diteruskan ke arah barat," tambahnya.

Dia berharap kedepannya, perusahaan-perusahaan pengirim batubara mengikuti aturan yang sudah diterapkan saat melewati perairan Filipina dan Malaysia. Dengan begitu kata dia, peristiwa tersebut tidak akan terulang lagi.

"Asal kita disiplin, tentara ini yang pengusaha-pengusaha disiplin juga. Kalau kita disiplin lihat rute. Kalau dia lewat rute lain, diculik, ya salah dia. Makanya kuncinya disiplin karena kalau enggak salah Senin saya akan pergi ke Kalimantan Selatan. Saya akan kumpulkan semua yang punya tongkang batu bara. Saya akan bicara," jelasnya lagi.

Editor: Dimas Rizky 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Episode 5: Gen Z: Si Agen Perubahan Penentu Masa Depan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending