Kasus Syiah Sampang Akan Dibawa ke Dunia Internasional

Lima tahun warga Syiah Sampang harus diungsikan ke Sidoarjo. Mereka terusir dari desanya sendiri karena konflik keagamaan.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 06 Jul 2016 19:16 WIB

Author

Wydia Angga

Kasus Syiah Sampang Akan Dibawa ke Dunia Internasional

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia YLBHU yang mendampingi warga Syiah Sampang menyebut bakal membawa masalah ini ke tingkat internasional.

Koordinator YLBHU, Hertasning Ichlas berharap dunia internasional dapat mendorong adanya penyelesaian masalah warga Syiah asal Sampang yang sudah 5 tahun diungsikan pemerintah ke Sidoarjo karena mengalami penolakan itu.

"Jalan satu-satunya adalah internasionalisasi masalah ini karena bertahun-tahun kan ini adalah laporan yang terus menerus dilaporkan kepada sidang HAM PBB bahwa terjadi pelanggaran sangat serius bukan hanya hak sipil dan politik tapi juga hak ekonomi sosial dan budaya. Ini disebabkan pemerintah tidak punya konsep bagaimana menyelesaikan masalah ini sesuai prinsip-prinsip deklarasi human rights. Internasionalisasi ini mungkin yang akan membuat telinga pemerintah kita agak sedikit tipis," ungkap Hertasning kepada KBR (6/7/2016).

Hertasning juga menyebut bahwa pihaknya sudah membuat laporan bersama konsorsium sesama pembela hak asasi lainnya. Tujuan, menurutnya adalah untuk menagih konsep penyelesaian yang sesuai HAM dari pemerintah sampai kepada perlindungan politik terhadap kelompok Syiah ini.

"Targetnya akan berunding dengan beberapa kelompok internasional apakah akan melihat ini sebagai jalan untuk mencari political asylum ya udah katakan sajalah kita ingin pemerintah jujur kamu punya konsep apa sih? Kan pemerintah selalu beralasan mereka punya konsep, tunggu untuk memulangkan, sabar. Nah tapi jika ini tidak dibicarakan secara terbuka bagaimana konsepnya? Kita tidak pernah tahu bagaimana itu akan berhasil. Nah saya ingin itu yang mendesak bukan saya lagi, dari LSM, tapi mungkin jika internasional yang mendesak itu, itu akan menjadi lain. Itu harapan saya," ujarnya.

Selama ini, kata dia, pemerintah pusat telah abai kepada para pengungsi tersebut karena tidak pernah secara langsung mengunjungi dan berinteraksi dengan mereka. Padahal, pemerintah, semestinya memiliki kapasitas untuk memulihkan interaksi sosial, bukannya relokasi sebagai skenario penyelesaian masalah Syiah Sampang.

"Padahal kita tahu modal sosial itu ada sejak 2014. Bahwa yang kita bayangkan konflik ini tidak sedramatis ucapan dan komentar-komentar elit-elit yang intoleran karena berkali-kali kita buktikan kita pulangin pengungsi 2-3 orang mereka diperlakukan dengan baik, mereka dibela warga kampung juga warga kampung minta maaf," imbuhnya lagi.

"Jadi yang bijaksana dan punya kewarasan itu kayaknya memang rakyat. Sementara polisinya di suruh sama Kyai dikompor-komporin sama Pemkab Sampang untuk mengembalikan pengungsi, diciduk kembali pengungsi yang udah di kampung balik ke pengungsian. Begitu terus," pungkasnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Ngopi Bersama Azul Eps33: Gembira Bersama Temenggung

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemisahan Sel Napi LGBT Tuai Protes