Jokowi Tinjau Pelaksanaan Imunisasi Ulang 40 Anak di Puskesmas Ciracas

Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan imunisasi wajib bagi sejumlah anak yang dipastikan menjadi korban vaksin palsu di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jalan H. Baping, Kelurahan Susukan, Jakarta Tim

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Jul 2016 11:47 WIB

Author

Ade Irmansyah

Jokowi Tinjau Pelaksanaan Imunisasi Ulang 40 Anak di Puskesmas Ciracas

Menkes, Nila F Moeloek saat melaksanakan peninjauan pelaksanaan vaksin ulang di Rumah Sakit Umum Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Ade Irmansyah/KBR

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan imunisasi wajib bagi sejumlah anak yang dipastikan menjadi korban vaksin palsu di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jalan H. Baping, Kelurahan Susukan, Jakarta Timur.

Pada peninjauan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek dan Ketua Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Maura Linda Sitanggang.

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mengatakan, sedikitnya ada sekitar 40an anak dari 197 pasien yang diimunisasi wajib hari ini di dua tempat. Anak-anak itu, kata Nila, merupakan korban bidan Elly. Nantinya, imunisasi wajib ini dilaksanakan bertahap ke semua pasien.

"Jadi bagi yang merasa mendapatkan vaksi Palsu bisa ke Puskesmas di Ciracas dan bisa ke Rumah Sakit Umum Kecamatan Ciracas. Jadi tentu kami memikirkan akses dari pada masyarakat. Mungkin ada yang lebih dekat ke sini, ibu dokter di sini juga menyediakan. Jadi kami membuka sebanyak mungkin posko ini. Dan ini bukan hanya hari ini saja dibuka, besok-besok juga akan kami lakukan," ujarnya kepada wartawan di RSU Kecamatan Ciracas, Senin (18/7/2016).

Baca juga:

3 Dokter Jadi Tersangka Vaksin Palsu, IDI Beri Bantuan Hukum
Vaksin Palsu, Presiden Berencana Rombak BPOM

Kata dia, kegiatan imunisasi wajib ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan oleh dokter spesialis anak.

Pelaksanaan imunisasi wajib, dilakukan tenaga kesehatan yang telah ditunjuk oleh pemerintah didampingi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Dia menambahkan, Vaksin yang digunakan ada dua macam, yakni vaksin pentavalen, terdiri atas vaksin DPT, HB, dan HiB. Vaksin jenis ini mampu memberikan kekebalan terhadap lima jenis penyakit. Kedua, kata dia, vaksin oral polio vaccine (OPV) yang mampu memberikan kekebalan terhadap penyakit polio.

"Ini semua ditanggung negara, jadi semua gratis bagi warganya. Vaksin yang digunakan dalam kegiatan imunisasi wajib ini ada dua macam. Perama, vaksin DPT (Difteri Pertusis dan Anti Tetanus), HB (Hepatitis B) dan HiB (Haemophilus influenza type B) atau yang lebin dikenal dengan sebutan vaksin pentavalen," ujarnya.

Dia menambahkan, selain kedua tempat tersebut, kegiatan yang sama juga dilakukan di dua tempat lain. Yaitu kata dia, RS Harapan Bunda sebanyak 20 anak, dan RSIA Sayang Bunda Bekasi 20 anak.




Editor: Quinawaty 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal