Istana: Mudah-mudahan Operasi Tinombala Bisa Segera Diakhiri

"Karena bagaimana pun operasi yang dalam jangka panjang tentunya juga menimbulkan ketidaknyamanan warga," kata Menseskab Pramono Anung.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 19 Jul 2016 13:14 WIB

Author

Ade Irmansyah

Istana: Mudah-mudahan Operasi Tinombala Bisa Segera Diakhiri

Kepolisian menunjukkan foto 10 orang anggota kelompok Santoso yang tertembak oleh Satgas Operasi Tinombala 2016 di Mapolda Sulawesi Tengah, Palu, Kamis (30/6). (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta
- Istana Negara mengapresiasi keberhasilan aparat gabungan TNI-Polri dalam menjalankan Operasi Tinombala, termasuk meringkus dua orang terduga teroris kelompok Santoso.

Menteri Sekertaris Kabinet Pramono Anung berharap Operasi Tinombala bisa segera diselesaikan dalam waktu dekat dengan meringkus semua anggota kelompok bernama Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tersebut.

Operasi Tinombala merupakan kelanjutan dari operasi perburuan Santoso sebelumnya yang diberi nama Operasi Camar Maleo. Tinombala merupakan nama puncak gunung di Pegunungan Bosagong, di Desa Tinombala, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. 

Pramono mengatakan jika operasi terus dilakukan dalam waktu panjang, akan mengganggu kenyamanan dan keamanan warga sekitar.

"Ini keberhasilan dan harus diapresiasi. Ini cukup menggembirakan dan mudah-mudahan operasi disana bisa segera diakhiri. Karena bagaimana pun operasi yang dalam jangka panjang tentunya juga menimbulkan ketidaknyamanan warga. Sehingga demikian bisa segera dipulihkan," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Selasa (19/7/2016).

Baca: Kejar Kelompok Santoso, Operasi Tinombala Diperpanjang 60 Hari

Pramono menambahkan, Istana juga berharap dengan keberhasilan tersebut bisa memberantas segala bentuk terorisme diseluruh Indonesia.

Menurut Pramono, Polri bakal mengumumkan dalam waktu dekat soal identitas pasti dua korban tewas saat baku hantam di Poso kemarin.

Hanya saja, kata Pramono, jika dilihat dari ciri-cirinya, kedua korban tersebut memiliki ciri yang sama dengan Santoso dan Basri.

"Jika dilihat dari ciri-cirinya mirip. Tetapi kita belum bisa berspekulasi karena kepolsian belum bisa memastikan. Biasanya kalau prosesnya lancar, tes DNA ini hanya memakan waktu lima sampai enam hari. Semoga ini bisa segera diumumkan," kata Pramono.

Awal pekan ini, anggota TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala kembali melakukan baku tembak dengan kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Kapolri Tito Karnavian mengatakan dalam peristiwa tersebut pihaknya berhasil menembak mati dua orang dari kelompok Santoso tersebut. Kata dia, satu dari dua korban itu memiliki ciri mirip Santoso.

Sayangnya, kata Tito, dalam operasi tersebut tiga orang lagi yang diduga dari kelompok Santoso berhasil lolos. Ketiga orang tersebut terdiri dari dua orang perempuan dan satu orang laki-laki. Aparat juga berhasil menyita sepucuk senjata M16.

Mabes Polri telah mengirim dua jenazah terduga teroris itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk diotopsi.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan saat ini kelompok teroris Santoso semakin terdesak. Kelompok yang semula terdiri dari 42 orang, saat ini tinggal 21 orang saja.

Editor: Agus Luqman
 
 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mengenang Sosok Artidjo Alkostar

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri