Delegasi MSG Tiba di Solomon

Sebanyak 158 orang yang menggelar aksi damai di Merauke, Timika, dan Nabire, ditangkap Kepolisian Papua.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 13 Jul 2016 10:30 WIB

Author

Quinawati Pasaribu

Delegasi MSG Tiba di Solomon

Aktivis KNPB. Foto: Facebook Ones Suhuniap

KBR, Jakarta - Sebanyak 158 orang yang menggelar aksi damai di Merauke, Timika, dan Nabire, ditangkap Kepolisian Papua. Aksi damai itu ditujukan untuk mendukung ULMWP atau Organisasi Pembebasan untuk Papua Barat, menjadi anggota tetap di Melanesian Spearhead Group (MSG).

Sekretaris Umum Komite Nasional Papua Barat(KNPB), Ones Suhuniap mengatakan, penangkapan itu terjadi sejak kemarin dan pagi ini. Polisi berdalih, aksi damai itu tak mengantongi izin.

"Polisi seperti biasa, tak kasih izin. Padahal sesuai aturan kami hanya perlu memberi surat pemberitahuan aksi dan sudah kami layangkan ke Polda dan Polres-Polres. (Kapan?) Beberapa hari yang lalu," kata Ones Suhuniap ketika dihubungi KBR lewat sambungan telepon, Rabu (13/7/2016).

Ones juga mengatakan, 69 orang yang ditangkap di Merauke diboyong ke Mako Brimob. Sementara 88 orang yang ditangkap di Merauke ditempatkan di halaman Polres setempat.

"Dengan adanya penangkapan semacam ini, kata dia, KNPB akan tetap menggelar aksi damai. "Kami akan tetap demo supaya dunia tahu pembungkaman atas ruang demokrasi terus terjadi," tegasnya.

Delegasi MSG Sudah Tiba di Solomon

Sementara itu, di Honiara Kepulauan Solomon semua delegasi dari Melanesian Spearhead Group (MSG) termasuk ULMWP dan perwakilan pemerintah Indonesia, telah tiba. "Dari Indonesia tiba dan disambut dengan bendera Bintang Kejora," kata Ones.

Nantinya, lanjut Ones, dalam sidang hari pertama ini masing-masing perwakilan dari Vanuatu, Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Kanaki dari Kaledonia Baru, akan menyampaikan pendapatnya tentang ULMWP. Baru kemudian, pimpinan MSG secara konsensus atau permufakatan bersama memutuskan apakah menerima atau menolak ULMWP menjadi anggota tetap.

"Kalau sementara ini keputusan oleh pimpinan dilakukan dengan konsensus. Akan dipertimbangkan berapa suara yang mendukung dan berapa suara yang tak mendukung," jelas Ones.

Sedangkan mengenai sikap Indonesia yang meminta agar menjadi anggota tetap, menurut Ones, kecil kemungkinan dikabulkan meski Fiji dan Papua Nugini sebelumnya menyatakan dukungannya. Ones berpendapat, dukungan oleh dua negara itu tak disokong oleh rakyatnya, gereja, maupun lembaga swadaya masyarakat.

"Di atas kertas, Indonesia memang didukung dua negara itu, tapi itu karena kepentingan bilateral dan ekonomi saja. Rakyat, LSM, dan gereja, dukung ULMWP."

Melanesian Spearhead Group (MSG) menggelar KTT Khusus Rabu dan Kamis ini di Kepulauan Solomon. Salah satu agendanya adalah keputusan keanggotaan ULMWP. Jika ULMWP menjadi anggota tetap MSG, maka lima anggota MSG yang lain bisa mendorong isu pelanggaran HAM di Papua ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dan meminta diadakannya referendum. MSG beranggotakan negara Melanesia di Pasifik yakni Fiji, Papua Nugini, Kanaki, Kepulauan Salomon, dan Vanuatu.

Peta dukungan saat ini, Kepulauan Solomon, Vanuatu dan Kanaki mendukung ULMWP menjadi anggota tetap. Sementara Fiji dan Papua Nugini menyatakan sebaliknya.

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18