Aparat di Poso Minta Tak Ada Provokasi Jelang Pemakaman Santoso

"TNI bersama Polri tetap waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Danrem 132 Tadulako Saleh Mustafa.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 22 Jul 2016 23:19 WIB

Author

Aldrim Thalara

Aparat di Poso Minta Tak Ada Provokasi Jelang Pemakaman Santoso

Aparat berjaga dekat peti jenazah Santoso, pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di RS Bhayangkara Palu Sulawesi Tengah, (19/7/2016). (Foto: ANTARA)



KBR, Poso - Meskipun tidak ada penetapan status siaga satu, TNI-Polri di Poso, Sulawesi Tengah tetap waspada mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan sebelum dan setelah penguburan jenazah Santoso, petinggi kelompok Mujahidin Indonesia Timur.

Santoso dan seorang anak buahnya bernama Muchtar tewas dalam baku tembak kelompok itu dengan pasukan gabungan TNI-Polri di hutan pegunungan desa Tambarana pada Senin (18/7/2016) lalu.

Baca: Kapolri Pastikan Santoso Tewas

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak ada aksi-aksi provokasi maupun proaksi yang berlebihan saat pemakaman jenazah Santoso di Poso," kata Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel Infantri Saleh Mustafa, Jumat (22/7/2016).

Danrem 132 Tadulako Saleh Mustafa juga menegaskan tidak ada peningkatan status keamanan di Poso menjadi siaga satu pasca tewasnya Santoso.

“Tidak ada peningkatan siaga, sampai siaga satu di Poso. Namun demikian pihak TNI bersama Polri tetap waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Saleh.

Baca: Pasca Santoso Tewas, Pengamanan Poso Diperketat

Pemerintah Kabupaten Poso juga mengimbau warga tetap waspada dan menjaga keamanan bersama menjelang dan sesudai prosesi pemakaman Santoso.

"Seluruh masyarakat yang ada, khususnya di sekitar lokasi pemakaman kami imbau agar tetap tenang dan menjaga keamanan di sekitar lingkungan mereka. Sehingga proses pemakaman jenazah Santoso bisa berlangsung dengan aman," kata Bupati Poso Darmin Sigilipu.

Sejak Selasa (19/7/2016) hingga saat ini jenazah Santoso dan Muchtar masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah di Palu.

Setelah proses identifikasi melalui uji DNA selesai, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan dan dimakamkan di Poso.

Berdasarkan keterangan keluarga Santoso, jenazah itu akan dimakamkan di Desa Landangan, Kecamatan Poso Pesisir. Sementara jenazah Muchtar dikabarkan akan dimakamkan di Tawaili, Palu, Sulawesi tengah.

Baca: Istana Berharap Operasi Tinombala Bisa Segera Diakhiri

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10