Bagikan:

Akhir Juli, Bulog Datangkan Daging Kerbau dari India

Sebanyak 10 ribu ton daging kerbau bakal masuk secara bertahap hingga akhir Agustus.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 09 Jul 2016 17:52 WIB

Akhir Juli, Bulog Datangkan Daging Kerbau dari India

Ilustrasi daging kerbau. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Badan Urusan Logistik (Bulog) bakal mendatangkan daging kerbau dari India akhir bulan ini. Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu mengatakan, impor daging kerbau ini ditujukan untuk menekan harga daging sapi di dalam negeri yang saat ini masih di atas Rp100 ribu. Kata dia, sebanyak 10 ribu ton daging kerbau bakal masuk secara bertahap hingga akhir Agustus. Ia menjamin harga daging kerbau tersebut di bawah Rp80 ribu per kilogram.

"Kan upaya menekan harga daging itu dilakukan dengan bermacam-macam cara, termasuk mendatangkan daging dari negara yang terdapat zona bebas pmk (penyakit mulut dan kuku-red), tapi harga dagingnya murah, salah satu yang sudah diverifikasi oleh Kementan, baik dari proses pemotongannya, kehalalannya dll, ya India," kata Wahyu ketika dihubungi KBR, Sabtu (9/7/2016).

Wahyu menambahkan, kebijakan impor daging kerbau ini baru pertama kali dilakukan. Kendati demikian, ia yakin masyarakat akan menerima daging kerbau sebagai pengganti daging sapi. Menurutnya, daging kerbau India selundupan selama ini telah banyak beredar di pasar-pasar dalam negeri.

"Saya diskusi dengan asosiasi sekitar Jumat minggu lalu, mereka bilang ditunggu-tunggu justru, kapan daging dari India datang, mereka siap menyalurkan sampai tingkat konsumen," ujar dia.

Wahyu mengklaim kebijakan ini merupakan terobosan pemerintah dan menampik anggapan sebagai bentuk uji coba. Kata dia, hal serupa juga telah dilakukan di sejumlah negara.

"Kita berkaca dari negara-negara tetangga, Malaysia saja, masyarakatnya bisa menikmati daging murah, karena memang dagingnya dari India. Cina, Arab Saudi, Timur Tengah juga mengkonsumsi daging kerbau dari India," tutur Wahyu. 

Sebelumnya, harga daging sapi di sejumlah daerah masih di atas Rp100 eibu per kilogram. Salah satunya di pasar tradisional di Kabupaten Cilacap dan Banyumas masih bertengger di harga Rp150 ribu per kilogram pada H+1 Lebaran Idul Fitri (7/7/2016). Pedagang di sana mengaku tidak bisa menurunkan harga karena harga di tingkat pemasok masih tinggi.

Baca juga: H+1 Lebaran, Harga Daging Sapi Masih Rp150 Ribu

Editor: Sasmito

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih